• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Optimalkan PLTU Eksisting, PLN NP Buktikan Cofiring Jadi Senjata Transisi Energi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 17 Juli 2026 - 11:23
in Ekonomi
Karyawan
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat langkah transisi energi melalui pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pendamping batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Strategi cofiring yang dijalankan perusahaan menunjukkan perkembangan positif sepanjang semester I 2026, baik dari sisi produksi energi bersih maupun pengurangan emisi karbon.

Hingga akhir Juni 2026, implementasi cofiring biomassa di sejumlah pembangkit PLN NP berhasil menghasilkan energi hijau mencapai 490,5 Gigawatt hour (GWh). Di saat yang sama, program tersebut mampu menekan emisi karbon hingga 590,9 ribu ton CO2e, memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan nasional.

BacaJuga:

Tandai 7 Dekade, Danamon Pacu Transformasi Digital dan Perluas Ekosistem Finansial

Mitsubishi Xforce HEV Resmi Mengaspal, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Kedua

PGN Alirkan Gas Bumi ke Pabrik Baru Roda Pasifik, Dorong Industri Hijau di Semarang

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan pemanfaatan cofiring menjadi salah satu solusi transisi energi yang dapat diterapkan secara bertahap tanpa harus membangun pembangkit baru.

“Melalui program cofiring biomassa, PLN Nusantara Power berupaya mengoptimalkan aset pembangkit eksisting agar dapat menghasilkan energi yang lebih bersih tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan. Program ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung percepatan transisi energi nasional,” ungkap Ruly dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Teknologi cofiring dilakukan dengan mencampurkan biomassa ke dalam bahan bakar batu bara yang digunakan PLTU. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mengurangi konsumsi energi fosil sekaligus menekan emisi gas rumah kaca, tanpa memerlukan perubahan besar pada fasilitas pembangkit yang telah beroperasi.

Kinerja pada enam bulan pertama tahun ini juga menjadi kelanjutan dari pencapaian sepanjang 2025. Tahun lalu, PLN NP telah mengimplementasikan cofiring secara komersial di 25 PLTU, dengan produksi energi hijau mencapai 1.041 GWh. Program tersebut juga berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon sebesar 1,17 juta ton CO2e, menegaskan peran cofiring sebagai salah satu instrumen penting dalam memperbesar bauran energi bersih nasional.

Menurut Ruly, keberhasilan implementasi di puluhan PLTU membuktikan bahwa proses transformasi menuju pembangkit rendah emisi dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik.

“Penerapan cofiring pada 25 PLTU menjadi bukti bahwa transformasi menuju sistem pembangkitan rendah emisi dapat dilaksanakan secara terukur, dengan tetap menjaga kontinuitas dan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat lingkungan, pengembangan cofiring biomassa juga menghadirkan dampak ekonomi bagi daerah. Kebutuhan biomassa membuka peluang tumbuhnya rantai pasok baru yang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra lokal dalam penyediaan bahan baku.

Sumber biomassa yang dimanfaatkan berasal dari berbagai potensi lokal, mulai dari limbah pertanian, hasil samping perkebunan dan kehutanan, hingga limbah organik yang dapat diolah menjadi bahan bakar pembangkit. Pemanfaatan sumber daya tersebut tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi bahan yang sebelumnya kurang termanfaatkan, tetapi juga memperkuat penerapan konsep ekonomi sirkular.

Ruly menambahkan, capaian semester pertama tahun ini menjadi fondasi untuk meningkatkan kontribusi PLN NP dalam menghadirkan pembangkit listrik yang semakin ramah lingkungan.

“Produksi energi hijau sebesar 490,5 GWh pada semester pertama tahun 2026 menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kontribusi PLN NP dalam menghadirkan pembangkitan yang lebih ramah lingkungan. Kami akan terus memperkuat implementasi cofiring dengan memastikan aspek keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan rantai pasok biomassa,” tuturnya.

Ke depan, PLN Nusantara Power menargetkan penguatan implementasi cofiring melalui berbagai inovasi di sektor pembangkitan serta kolaborasi yang lebih luas dengan para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem biomassa yang berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan nasional sekaligus mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia.(her)

Tags: PLN NPPLN Nusantara PowerpltuPLTU RembangTransisi Energi

Berita Terkait.

Danamon
Ekonomi

Tandai 7 Dekade, Danamon Pacu Transformasi Digital dan Perluas Ekosistem Finansial

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:44
X-Force
Ekonomi

Mitsubishi Xforce HEV Resmi Mengaspal, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Kedua

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:24
Perwira-PGN
Ekonomi

PGN Alirkan Gas Bumi ke Pabrik Baru Roda Pasifik, Dorong Industri Hijau di Semarang

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:04
Sawit
Ekonomi

Ekonomi Sirkular Jadi Kunci Hilirisasi Sawit, Biomassa Berpotensi Naikkan Nilai Tambah 9 Kali Lipat

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:03
Searah
Ekonomi

Searah Amankan Kredit Bergulir USD6 Miliar untuk Akselerasi Ekspansi Regional

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:42
Warung
Ekonomi

Bea Cukai Kendari Lakukan 181 Penindakan, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp2,93 Miliar

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:22

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12454 shares
    Share 4982 Tweet 3114
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2781 shares
    Share 1112 Tweet 695
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1275 shares
    Share 510 Tweet 319
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1187 shares
    Share 475 Tweet 297
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1066 shares
    Share 426 Tweet 267
Timnas-Argentina
Olahraga

FIFA Mulai Investigasi Soal Pembentangan Spanduk Las Malvinas

Editor Ali Rachman
Jumat, 17 Juli 2026 - 12:14

INDOPOSCO.ID - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mulai menyelidiki aksi para pemain Argentina yang memamerkan spanduk bermuatan politik usai laga...

SelengkapnyaDetails
Timnas-Argentina

Pemain Argentina Bentangkan Spanduk Klaim Falkland, Inggris Desak FIFA Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31
Kane

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.