INDOPOSCO.ID – Menteri Perdagangan Inggris Peter Kyle mendesak Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) melakukan penyelidikan setelah para pemain tim nasional (Timnas) Argentina mengibarkan spanduk “Las Malvinas son Argentinas” usai menang 2-1 atas Inggris pada laga semifinal di Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Kyle menyebut aksi mengibarkan spanduk tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap peraturan FIFA, yang melarang simbol-simbol politik di lapangan ketika melakoni pertandingan.
Kantor Perdana Menteri Keir Starmer di Downing Street, London mendukung seruan yang dilontarkan Menteri Perdagangan Peter Kyle, sehari setelah pertandingan semifinal tersebut.
“Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami,” kata seorang juru bicara Downing Street atau juru bicara utama Perdana Menteri Inggris seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (17/7/2026).
Kyle mendesak badan pengatur sepak bola dunia untuk secara menyeluruh menyelidiki insiden spanduk tersebut setelah pertandingan tersebut di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS).
“Politik harus dipisahkan dari sepak bola. Faktanya, salah satu prinsip utama Piala Dunia adalah bahwa politik harus dipisahkan dari sepak bola,” ucap Kyle kepada stasiun televisi BBC seperti dilansir dari Al Jazeera.
“Hal itu kini menjadi urusan FIFA. Kami berharap FIFA melakukan penyelidikan terhadap hal ini,” tambahnya. FIFA belum memberikan komentar mengenai insiden tersebut.
Spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” berarti “Kepulauan Falkland adalah milik Argentina”. Kala itu, Argentina menyerbu wilayah seberang laut Britania di Samudra Atlantik Selatan tersebut pada tahun 1982. Namun, Britania Raya berhasil merebutnya kembali dalam perang singkat setelah Perdana Menteri saat itu, Margaret Thatcher, mengerahkan armada angkatan lautnya.(dan)


















