INDOPOSCO.ID – Target Universitas Terbuka (UT) menembus 1 juta mahasiswa mendapat dukungan dari tim reviewer internasional. Dalam hasil sementara International Quality Review yang dilakukan International Council for Open and Distance Education (ICDE), UT dinilai berhasil menyelenggarakan pendidikan tinggi jarak jauh dalam skala masif dan memberikan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi masyarakat.
Saat ini, UT tercatat memiliki 768.248 mahasiswa aktif yang tersebar di seluruh Indonesia hingga sejumlah kota di luar negeri. Menurut tim reviewer, target satu juta mahasiswa sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional.
Penilaian tersebut merupakan kelanjutan review internasional yang sebelumnya dilakukan pada 2023, serta evaluasi pada 2005, 2010, 2016, dan 2019. Tiga pakar pendidikan terbuka dan jarak jauh yang ditunjuk ICDE mengunjungi kampus utama UT serta tiga dari 39 UT Daerah.
Sebelum visitasi, tim lebih dahulu menelaah Self-Assessment Report (SAR) beserta dokumen pendukung. Mereka kemudian berdiskusi dengan mahasiswa, alumni, dosen, tutor, tenaga kependidikan, hingga para pemangku kepentingan. Reviewer juga meninjau studio produksi, pusat data teknologi informasi, fasilitas UT Daerah, serta Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT).
Selain mengapresiasi luasnya jangkauan layanan UT, reviewer juga menilai kepemimpinan Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan mutu. Keputusan UT kembali mengikuti review internasional secara sukarela dinilai sebagai bentuk keseriusan institusi dalam melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Reviewer ICDE, Prof Li Kam Cheong, mengatakan, keberhasilan UT mengelola lebih dari 700 ribu mahasiswa aktif dengan kualitas layanan yang tetap terjaga merupakan pencapaian yang tidak mudah diwujudkan oleh banyak perguruan tinggi.
Menurutnya, UT berhasil membangun sistem pendidikan jarak jauh yang kokoh sekaligus menjaga standar mutu secara konsisten. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat dukungan terhadap pengembangan ekosistem pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia.
Selain dari sisi akademik, Li juga menilai keberadaan UT memberi dampak sosial dan ekonomi yang besar. Sistem pembelajaran yang fleksibel memungkinkan para pekerja, orang dewasa, hingga penyandang disabilitas tetap menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan sehingga produktivitas ekonomi tetap berjalan.
Ia menambahkan, target UT untuk melayani satu juta mahasiswa juga diyakini dapat membantu pemerintah meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Prof. Ali Muktiyanto menyebut penilaian eksternal dari ICDE menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas sekaligus kualitas layanan yang diberikan kepada mahasiswa.
“Pengakuan ini menjadi bukti bahwa kami berkomitmen menjaga standar mutu yang sama bagi seluruh mahasiswa, baik yang belajar di Indonesia maupun di luar negeri,” ujar Ali dalam keterangan, Sabtu (11/7/2026).
Ali menegaskan, kualitas pembelajaran harus setara di setiap wilayah. Mahasiswa yang memperoleh nilai terbaik di Jayapura, kata dia, harus mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan mahasiswa UT yang belajar di Jeddah, Hong Kong, maupun negara lainnya.
Diketahui, tim reviewer turut memberikan apresiasi terhadap kesiapan infrastruktur teknologi UT yang dinilai mampu mendukung pembelajaran jarak jauh dalam skala besar, termasuk menjangkau mahasiswa di wilayah terpencil melalui ekosistem digital yang matang.
Jaringan UT Daerah juga dinilai menjadi salah satu kekuatan utama karena berperan memberikan layanan kepada mahasiswa mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan ujian. Infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, dan model operasional di UT Daerah yang dikunjungi memperoleh penilaian positif. (nas)


















