INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta pihak tertentu yang melayangkan kritik terhadap pemerintah harus bersifat memperbaiki kebijakan, bukan justru membelah persatuan bangsa.
Hal itu disampaikan AHY saat merespons dinamika politik nasional, terutama mengenai peran dan posisi PDIP yang abu-abu terhadap pemerintahan.
“Ketika jadi oposisi tentu punya kepentingan memberikan pandangan-pandangan, bahkan kritik, tapi ya tentunya harus konstruktif, harus juga dengan solusi, tidak boleh kemudian memecah belah bangsa, tidak boleh juga mendiskreditkan seolah-olah semuanya salah,” kata AHY di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Ia mengaku menghormati agenda dan pandangan tertentu dari setiap parpol. Namun, ia menekankan agar seluruh partai politik meletakkan kepentingan bersama dan nasional di atas kepentingan kelompok.
“Saya menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangan tertentu. Semua punya agenda, semua punya kepentingan, tapi marilah kita meletakkan kepentingan bersama dan nasional kita di atas kepentingan partisan,” jelas AHY.
Hal yang paling krusial bagi masyarakat saat ini adalah terjaganya daya beli, tersedianya lapangan kerja, dan menurunnya angka kemiskinan serta ketimpangan.
“Fokus kita adalah ekonomi. Kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi terjaga, daya beli masyarakat terjaga, lapangan pekerjaan terbuka, kemiskinan bisa diturunkan, dan ketimpangan dapat ditekan,” jelas Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu.
Sebelumnya, PDIP menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang sebagaimana diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai. Sikap tersebut ditegaskan Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah sebagai bentuk komitmen partai dalam mengawal jalannya pemerintahan secara objektif dan proporsional.
Menurut Said, posisi sebagai partai penyeimbang tidak dapat disamakan dengan sistem oposisi yang diterapkan di sejumlah negara Barat.
“Sesuai keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan telah memutuskan bahwa PDI Perjuangan berposisi sebagai Partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu abu. Kita tidak bisa membandingkan dengan negara negara barat, yang menjalankan sistem oposisi,” kata Said Abdullah, Kamis (18/6/2026). (dan)

















