• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

ULD Tak Cukup Sekadar Ada, Kampus Masih Punya PR Besar Layani Mahasiswa Disabilitas

Nasuha Editor Nasuha
Kamis, 18 Juni 2026 - 23:02
in Headline
Tim Pendidikan Tinggi Inklusif Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sekaligus akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Asep Supena (2 dari kanan). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Tim Pendidikan Tinggi Inklusif Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sekaligus akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Asep Supena (2 dari kanan). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kehadiran Unit Layanan Disabilitas (ULD) di perguruan tinggi dinilai belum menjadi jaminan terwujudnya pendidikan tinggi yang benar-benar inklusif. Kampus masih menghadapi berbagai tantangan untuk memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh layanan belajar yang setara dan mudah diakses.

Pernyataan tersebut diungkapkan Tim Pendidikan Tinggi Inklusif Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sekaligus akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Asep Supena dalam Forum Ngopi Bareng Media bertajuk Pendidikan Inklusif: Memperkuat Unit Layanan Disabilitas (ULD) Perguruan Tinggi untuk Kampus Berdampak di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

BacaJuga:

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Menurut Asep, Indonesia sebenarnya telah memiliki regulasi yang memadai untuk menjamin hak penyandang disabilitas mengenyam pendidikan tinggi. Berbagai aturan mulai dari ULD, undang-undang (UU) hingga peraturan pemerintah telah menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan inklusif.

“Landasan hukumnya sudah kuat. Tinggal bagaimana implementasinya di lapangan terus diperkuat agar hak mahasiswa disabilitas benar-benar terpenuhi,” ujarnya.

Komitmen pemerintah, lanjut dia, juga diwujudkan melalui program hibah pembentukan dan penguatan ULD yang setiap tahun diberikan kepada sejumlah perguruan tinggi. Program tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak kampus menghadirkan layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Asep mengaku telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan inklusif. Sebagai dosen Pendidikan Khusus di UNJ, ia terbiasa mendampingi mahasiswa dengan berbagai jenis disabilitas, mulai dari tunanetra, tunarungu hingga mahasiswa dengan autisme. Bahkan sejak 2014, kampusnya telah merintis layanan khusus melalui ULD.

Ia menjelaskan, UNJ juga menyediakan kuota penerimaan khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas. Setiap tahun sekitar 15 hingga 30 mahasiswa disabilitas diterima, sehingga saat ini jumlah mahasiswa disabilitas aktif telah melampaui 100 orang.

Dalam kesempatan yang sama, Asep memaparkan hasil riset kualitatif tahun 2026 yang melibatkan 52 mahasiswa tunanetra dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian itu mengungkap masih banyak hambatan yang mereka alami selama menjalani perkuliahan.

Salah satu persoalan utama ialah akses terhadap bahan ajar. Meski sebagian dosen telah membagikan materi dalam format digital, tidak semuanya dapat dibaca menggunakan aplikasi pembaca layar (screen reader) karena masih berupa hasil pemindaian dokumen.

Selain itu, metode pembelajaran yang terlalu mengandalkan tampilan visual juga dinilai menyulitkan mahasiswa tunanetra. Menurut Asep, dosen masih perlu membiasakan diri memberikan penjelasan secara verbal agar materi lebih mudah dipahami.

Tak hanya di ruang kelas, tantangan juga muncul pada aspek infrastruktur kampus. Sejumlah responden mengaku masih kesulitan menjangkau ruang kuliah akibat jalur pejalan kaki yang belum ramah disabilitas maupun kendaraan yang parkir sembarangan.

Persoalan lain yang turut menjadi sorotan ialah interaksi sosial. Beberapa mahasiswa merasa kurang dilibatkan dalam tugas kelompok dan belum sepenuhnya diterima di lingkungan akademik.

Berdasarkan temuan tersebut, ia menegaskan ULD harus berkembang menjadi pusat layanan yang benar-benar mampu mendukung kebutuhan mahasiswa disabilitas, bukan sekadar memenuhi aspek administratif.

“Yang terpenting bukan hanya membentuk ULD, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas layanan sehingga mahasiswa disabilitas dapat belajar dengan nyaman, mudah diakses, dan memperoleh pengalaman akademik yang setara,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas dosen juga menjadi faktor penting agar proses pembelajaran semakin inklusif dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh mahasiswa. Dengan demikian, fungsi ULD diharapkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi terwujudnya pendidikan tinggi yang setara dan berkualitas. (nas)

Tags: kampusMahasiswa DisabilitasPerguruan TinggiULD

Berita Terkait.

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Headline

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:40
Assaat
Headline

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:47
Silmi-Karim
Headline

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:27
Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut
Headline

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Headline

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:01
FA
Headline

AGO Seizes Money Laundering-Related Documents in Search of Febrie Adriansyah’s Home

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:39

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2268 shares
    Share 907 Tweet 567
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1985 shares
    Share 794 Tweet 496
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1599 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.