• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:40
in Headline
Ilustrasi deretan rumah di kawasan bantaran sungai mencerminkan pentingnya pemerataan pembangunan. Penurunan angka kemiskinan perlu diikuti peningkatan kualitas permukiman dan akses layanan dasar bagi masyarakat/ Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi deretan rumah di kawasan bantaran sungai mencerminkan pentingnya pemerataan pembangunan. Penurunan angka kemiskinan perlu diikuti peningkatan kualitas permukiman dan akses layanan dasar bagi masyarakat/ Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya menekan angka kemiskinan di Indonesia kembali menunjukkan hasil positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta jiwa atau 8,07 persen dari total populasi. Capaian tersebut menjadi tingkat kemiskinan terendah dalam lebih dari satu dekade sekaligus menandai berlanjutnya tren perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Data BPS menunjukkan, dibandingkan September 2025 jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 430 ribu orang, sementara jika dibandingkan Maret 2025 penurunannya mencapai 920 ribu orang.

BacaJuga:

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud mengatakan bahwa penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa proses pemulihan ekonomi nasional terus memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa pekerjaan rumah pemerintah belum selesai.

“Meski capaian tersebut menunjukkan perbaikan yang konsisten, tantangan pembangunan belum sepenuhnya selesai,” ujar Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

“Selain masih terdapat hampir 23 juta penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, ketimpangan pengeluaran masyarakat atau kesenjangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus diperbaiki agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif,” lanjutnya.

Angka terbaru tersebut dipublikasikan BPS melalui Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 80/08/Th. XXIX tentang Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2026, yang disusun berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026.

Jika melihat perjalanan selama sebelas tahun terakhir, penurunan kemiskinan berlangsung cukup konsisten. Pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin masih mencapai 28,59 juta orang atau 11,22 persen dari total penduduk. Tren itu sempat terganggu akibat pandemi Covid-19 pada 2020 dan kenaikan harga bahan bakar minyak pada 2022, sebelum kembali menurun seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional.

“Perbaikan juga terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan. Di kawasan perkotaan, jumlah penduduk miskin turun dari 11,18 juta menjadi 10,83 juta orang, dengan tingkat kemiskinan menyusut dari 6,60 persen menjadi 6,34 persen, jelas Edy.

Sementara itu, di wilayah perdesaan jumlah penduduk miskin berkurang dari 12,18 juta menjadi 12,10 juta orang. Persentase kemiskinan desa juga turun tipis dari 10,72 persen menjadi 10,67 persen.

Meski demikian, kesenjangan antara desa dan kota masih cukup lebar.

“Tingkat kemiskinan di wilayah perdesaan tercatat hampir dua kali lipat dibandingkan kawasan perkotaan, menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa masih menjadi fokus penting dalam agenda pembangunan nasional,” tambahnya.

Dengan capaian terbaru ini, Indonesia mencatatkan level kemiskinan terendah dalam sebelas tahun terakhir. Tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan tren penurunan tersebut, tetapi juga memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat. (her)

Tags: BPSEkonomi NasionalKemiskinan IndonesiaKesejahteraan Masyarakat

Berita Terkait.

Assaat
Headline

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:47
Silmi-Karim
Headline

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:27
Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut
Headline

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Headline

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:01
FA
Headline

AGO Seizes Money Laundering-Related Documents in Search of Febrie Adriansyah’s Home

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:39
spbu
Headline

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:55

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1853 shares
    Share 741 Tweet 463
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1765 shares
    Share 706 Tweet 441
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.