• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Soroti Pembentukan DSI, Apcasi: Cerminan Ketidakjelasan Arah Kebijakan Ekspor SDA

Nasuha Editor Nasuha
Selasa, 16 Juni 2026 - 22:06
in Ekonomi
Lahan-Sawit

Ilustrasi lahan sawit. Foto: Dok Apcasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wacana pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) kembali menjadi sorotan. Kali ini, kritik datang dari kalangan pelaku usaha yang menilai perubahan konsep lembaga tersebut menunjukkan belum matangnya perencanaan pemerintah dalam mengelola sektor ekspor sumber daya alam (SDA).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (Apcasi), Dikki Akhmar, mengatakan perubahan fungsi DSI dari yang sempat dipahami akan berperan dalam aktivitas ekspor menjadi hanya berfokus pada pengawasan tata kelola menimbulkan pertanyaan di kalangan dunia usaha.

BacaJuga:

iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS Surabaya 2026, Tawarkan Dua Pilihan Teknologi Kendaraan Energi Baru

OMODA & JAECOO Hadirkan Empat Pilihan NEV di GIIAS Surabaya 2026

Penjualan Daihatsu di Jatim Naik 14 Persen, Rocky Hybrid Jadi Sorotan GIIAS Surabaya

Menurutnya, pergantian arah kebijakan dalam waktu relatif singkat berpotensi memunculkan ketidakpastian, baik bagi pelaku industri maupun investor yang mencermati stabilitas regulasi di Indonesia.

“Perubahan narasi yang terjadi dalam waktu cepat menunjukkan konsep yang dibangun belum benar-benar matang. Kondisi ini dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap konsistensi kebijakan pemerintah,” ujar Dikki dalam keterangannya.

Ia menilai polemik yang berkembang seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah agar lebih berhati-hati dalam merancang kebijakan strategis. Dikki mengaitkan situasi tersebut dengan filosofi kepemimpinan Jawa, yakni ojo dumeh, ojo kesusu, dan ojo kagetan yang menekankan pentingnya tidak menyalahgunakan kewenangan, tidak tergesa-gesa, serta tidak mudah bereaksi secara berlebihan.

Menurut Dikki, gagasan awal yang menempatkan DSI sebagai lembaga dengan peran besar dalam ekspor SDA dinilai terlalu jauh mencampuri mekanisme pasar. Apalagi, fungsi pengawasan perdagangan dan ekspor selama ini sudah dijalankan oleh sejumlah instansi pemerintah.

“Ketika muncul ide bahwa ekspor harus melalui satu lembaga tertentu, pelaku usaha tentu mempertanyakan kebutuhan dan manfaatnya. Sebab, pengawasan ekspor pada dasarnya telah dilakukan oleh berbagai institusi yang ada,” katanya.

Dikki juga menyoroti minimnya sosialisasi dan kajian yang disampaikan kepada publik sebelum wacana DSI diluncurkan. Menurut dia, kondisi tersebut memicu beragam spekulasi hingga akhirnya pemerintah melakukan penyesuaian terhadap konsep yang sebelumnya berkembang.

Ia berpendapat, apabila tujuan utama DSI hanya untuk memperkuat tata kelola perdagangan serta mencegah praktik-praktik yang merugikan negara seperti under invoicing dan transfer pricing, maka hal tersebut semestinya dijelaskan secara terbuka sejak awal.

“Dengan penjelasan yang jelas sejak awal, pelaku usaha tidak perlu menebak-nebak arah kebijakan yang akan diambil pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dikki mengingatkan bahwa perubahan kebijakan yang berlangsung cepat dapat memengaruhi tingkat kepercayaan investor. Kepastian regulasi, kata dia, merupakan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan sebelum investor menanamkan modal.

“Pasar akan membaca perubahan kebijakan yang mendadak sebagai sinyal ketidakpastian. Dalam situasi seperti itu, investor biasanya memilih menunggu hingga arah kebijakan benar-benar jelas,” tuturnya.

Apcasi pun meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan DSI jika nantinya fungsi yang dijalankan hanya sebatas pengawasan tata kelola ekspor. Menurut Dikki, penguatan pengawasan dapat dilakukan melalui optimalisasi lembaga yang sudah ada tanpa harus menambah struktur birokrasi baru.

“Jangan sampai terjadi tumpang tindih kewenangan yang justru memperpanjang rantai birokrasi dan mengurangi efisiensi,” tegasnya.
Sementara itu, pemerintah menegaskan bahwa DSI tidak dibentuk untuk mengambil alih kegiatan ekspor yang selama ini dilakukan pelaku usaha.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, sebelumnya menjelaskan bahwa DSI akan diarahkan untuk memperbaiki tata kelola perdagangan SDA sekaligus mencegah berbagai praktik yang berpotensi mengurangi penerimaan negara, termasuk transfer pricing dan under invoicing.

Pemerintah juga memastikan keberadaan DSI tidak akan mengganggu kontrak perdagangan yang telah berjalan maupun mekanisme ekspor yang selama ini berlaku.

Meski demikian, sejumlah pelaku usaha berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai tugas, kewenangan, dan arah kebijakan DSI agar tidak menimbulkan keraguan di kalangan investor maupun pasar.(nas)

Tags: ApcasiEkspor SDAPembentukan DSI

Berita Terkait.

icar
Ekonomi

iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS Surabaya 2026, Tawarkan Dua Pilihan Teknologi Kendaraan Energi Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 - 04:40
omoda
Ekonomi

OMODA & JAECOO Hadirkan Empat Pilihan NEV di GIIAS Surabaya 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:23
dai
Ekonomi

Penjualan Daihatsu di Jatim Naik 14 Persen, Rocky Hybrid Jadi Sorotan GIIAS Surabaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:11
giias
Ekonomi

GIIAS Surabaya 2026, Geely Coolray Meluncur dengan Harga Mulai Rp341 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:12
xforce
Ekonomi

New Xforce HEV Ramaikan GIIAS Surabaya, Sekali Isi Bensin Capai 1.172 Km

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:02
modal
Ekonomi

Bukan Cuma Soal Modal, Program Pemerintah Ini Turut Benahi Infrastruktur Sekolah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:18

OLAHRAGA

Trophi-Carabao
Olahraga

Ada MU vs Brighton hingga Liverpool vs Tottenham, Ini Drawing Babak Ketiga Carabao Cup

Editor Ali Rachman
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Babak ketiga Carabao Cup 2026/2027 belum dimainkan, tetapi panasnya sudah terasa sejak hasil undian diumumkan. Sejumlah klub Premier...

SelengkapnyaDetails
YKK-Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

YKK-Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:05
Trophi-Liga-Champions

Drawing Liga Champions: Deretan Bigmatch Langsung Hiasi Fase Liga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:47
Piala-AFF

Bekuk Tailan di Final AFF, Kim Sang Sik Ukir Sejarah untuk Vietnam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:43
RF

Jakarta Jadi Saksi, RF ONLINE NEXT Bawa Kejutan Besar untuk Player Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:03

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.