• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PLN EPI Kembangkan Madu Kelulut di Kutai Kartanegara, Bidik Ekonomi Hijau Berbasis Warga

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 16 Juni 2026 - 16:01
in Ekonomi
PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN Energi Gas mendorong ekonomi hijau berbasis masyarakat melalui pengembangan budidaya madu kelulut di Desa Tanjung Batu, Kutai Kartanegara, sebagai upaya memberdayakan UMKM sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Foto: Dokumen PLN EPI

PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN Energi Gas mendorong ekonomi hijau berbasis masyarakat melalui pengembangan budidaya madu kelulut di Desa Tanjung Batu, Kutai Kartanegara, sebagai upaya memberdayakan UMKM sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya mendorong ekonomi hijau di tingkat desa terus diperkuat PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak usahanya, PT PLN Energi Gas. Kali ini, langkah tersebut diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengembangan budidaya madu kelulut (stingless bee) di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Inisiatif tersebut dirancang bukan hanya untuk meningkatkan produksi madu, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang lebih luas melalui pengolahan produk turunan seperti propolis, peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, hingga membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan.

BacaJuga:

Wamenkop Tekankan Profesionalisme Koperasi Pesantren agar Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Kerakyatan

Impor LPG Dinilai Membebani Negara, DPR Minta Pemerintah Percepat Transisi ke Kompor Listrik

Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal.

“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi madu kelulut, tetapi juga mendorong pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti propolis, penguatan kapasitas kelompok usaha, hingga membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan,” ujar Mamit dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Menurut Mamit, budidaya lebah kelulut memiliki keunggulan karena mampu menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam. Peran lebah sebagai penyerbuk alami dinilai penting dalam mempertahankan produktivitas tanaman dan mendukung keberagaman hayati di kawasan sekitar.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PLN EPI memberikan pelatihan budidaya madu kelulut dan pengolahan propolis kepada 10 anggota kelompok masyarakat. Selain itu, perusahaan menyalurkan 30 koloni lebah, 30 unit stup budidaya, 100 bibit tanaman pakan lebah, serta perlengkapan untuk panen madu dan propolis.

Melalui program tersebut, perusahaan menargetkan kenaikan produksi madu minimal 30 persen dalam setahun. Jumlah koloni lebah diharapkan bertambah 20 persen, sementara pendapatan kelompok usaha diproyeksikan meningkat hingga 30 persen dalam dua tahun seiring berkembangnya produk madu dan propolis yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Pemerintah daerah menyambut positif inisiatif tersebut. Camat Tenggarong Seberang H. Sukono berharap Desa Tanjung Batu mampu berkembang menjadi salah satu pusat produksi madu kelulut di wilayahnya.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Desa Tanjung Batu memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penghasil madu kelulut di Kecamatan Tenggarong Seberang,” jelas Sukono.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kesungguhan peserta dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama proses pendampingan.

“Kalau ilmu yang didapat hari ini tidak diterapkan, manfaatnya tidak akan terasa. Karena itu peserta harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menularkan ilmunya kepada masyarakat lainnya,” kungkapnya.

Dukungan serupa datang dari Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara, Santi Effendi. Menurutnya, madu kelulut menyimpan potensi bisnis yang besar karena dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah.

“Budidaya madu kelulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa madu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk turunan seperti propolis dan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ucap Santi.

Santi menambahkan, pengembangan UMKM perlu dibarengi dengan pendampingan yang mencakup manajemen usaha, legalitas, strategi pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar inisiatif tersebut dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Program budidaya madu kelulut yang dijalankan PLN EPI ini juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta pelestarian ekosistem daratan.

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan madu kelulut di Desa Tanjung Batu diharapkan tidak hanya melahirkan UMKM yang lebih mandiri dan kompetitif, tetapi juga menciptakan model ekonomi berbasis lingkungan yang menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Kartanegara. (her)

Tags: Ekonomi HijauMadu Kelulutpln epi

Berita Terkait.

Wamenkop Tekankan Profesionalisme Koperasi Pesantren agar Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi

Wamenkop Tekankan Profesionalisme Koperasi Pesantren agar Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:02
Impor LPG Dinilai Membebani Negara, DPR Minta Pemerintah Percepat Transisi ke Kompor Listrik
Ekonomi

Impor LPG Dinilai Membebani Negara, DPR Minta Pemerintah Percepat Transisi ke Kompor Listrik

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:01
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Ekonomi

Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:37
Seperempat Abad KNI: Tonggak Swasembada Amonium Nitrat Indonesia
Ekonomi

Seperempat Abad KNI: Tonggak Swasembada Amonium Nitrat Indonesia

Senin, 15 Juni 2026 - 23:38
A Quarter Century of KNI: A Milestone in Indonesia’s Ammonium Nitrate Self-Sufficiency
Ekonomi

A Quarter Century of KNI: A Milestone in Indonesia’s Ammonium Nitrate Self-Sufficiency

Senin, 15 Juni 2026 - 22:45
PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Sirkular lewat Program Sedekah Sampah untuk Pendidikan
Ekonomi

PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Sirkular lewat Program Sedekah Sampah untuk Pendidikan

Senin, 15 Juni 2026 - 21:11

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7076 shares
    Share 2830 Tweet 1769
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1770 shares
    Share 708 Tweet 443
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1051 shares
    Share 420 Tweet 263
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    991 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.