• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Seperempat Abad KNI: Tonggak Swasembada Amonium Nitrat Indonesia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 15 Juni 2026 - 23:38
in Ekonomi
Pemukulan Taiko seremonial oleh para perwakilan terhormat dari Kementerian Pertahanan, Baintelkam Polri, Pemkot Bontang dan DPRD Bontang, PT KNI, PT Armindo Prima, Orica, serta Austrade, sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan visi bersama menuju masa depan. Foto : Ist

Pemukulan Taiko seremonial oleh para perwakilan terhormat dari Kementerian Pertahanan, Baintelkam Polri, Pemkot Bontang dan DPRD Bontang, PT KNI, PT Armindo Prima, Orica, serta Austrade, sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan visi bersama menuju masa depan. Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia mencapai tonggak penting dalam kemandirian industri dengan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) yang menandai 25 tahun atau seperempat abad perjalanannya sebagai produsen amonium nitrat terbesar di Indonesia, mengakhiri ketergantungan jangka panjang terhadap impor untuk salah satu bahan baku vital bagi sektor pertambangan nasional.

Amonium nitrat merupakan bahan baku utama pembuatan bahan peledak industri yang menopang aktivitas pertambangan Indonesia. Selama beberapa dekade sebelum KNI berdiri, kebutuhan dalam negeri dipenuhi melalui impor, sehingga menciptakan kerentanan struktural bagi sektor ekonomi dan strategis. Selama 25 tahun terakhir, KNI telah mengubah kondisi tersebut dengan memperkuat ketahanan pasokan domestik dan mendukung ketahanan nasional.

BacaJuga:

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Sejak memulai produksi komersial pada 2012 hingga akhir 2025, KNI telah memproduksi lebih dari 3,9 juta metrik ton amonium nitrat dan mengekspor lebih dari 670 kiloton ke pasar internasional, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu eksportir produk tersebut. Fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 366 kiloton per tahun dan dioperasikan oleh tenaga kerja yang mayoritas berasal dari daerah, dengan sekitar 85% karyawan berdomisili di Bontang.

Di luar kontribusi produksinya, KNI juga menjadi penggerak penting perekonomian Kalimantan Timur melalui penciptaan lapangan kerja, pengadaan barang dan jasa lokal, serta investasi sosial kemasyarakatan.

Sebagai salah satu industri yang mapan di kawasan tersebut, KNI telah memastikan ketersediaan pasokan amonium nitrat dalam negeri yang andal bagi industri bahan peledak pertambangan, menghilangkan waktu tunggu impor dan risiko gangguan pasokan yang sebelumnya membatasi operasi peledakan domestik.

Sebagai material strategis, amonium nitrat juga mendukung sektor pertambangan, pertanian, dan pertahanan, sehingga kemampuan produksi domestik KNI memperkuat ketahanan Indonesia di berbagai sektor tersebut.

Direktur Utama (Dirut) PT Kaltim Nitrate Indonesia, Twedy Nasution, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti kemampuan bangsa Indonesia dan dedikasi seluruh insan KNI.

“KNI menunjukkan apa yang mampu dicapai Indonesia di sektor industri strategis, dengan mengubah ketergantungan terhadap impor menjadi pasokan domestik yang andal. Semua itu tidak mungkin terwujud tanpa keahlian dan dedikasi seluruh insan KNI. Setelah 25 tahun, kebanggaan terbesar saya bukanlah jumlah tonase yang telah kami produksi, melainkan tim Indonesia di Bontang yang memungkinkan setiap ton tersebut terwujud,” ujarnya.

Didirikan pada tahun 2001 melalui kemitraan strategis antara PT Armindo Prima dari Indonesia dan Orica dari Australia, KNI berkembang menjadi fasilitas berkelas dunia yang menerapkan standar keselamatan dan operasional internasional. Memasuki fase berikutnya, perusahaan berfokus mendukung pertumbuhan sektor pertambangan Indonesia sekaligus mendorong keberlanjutan dan memperkuat daya saing industri nasional dalam jangka panjang.

Dirut PT Armindo Prima, Winniarlita Irfaie, mengatakan bahwa KNI merupakan perwujudan dari visi panjang untuk memperkuat kemandirian industri Indonesia.

“PT KNI lahir lebih dari dua dekade lalu dari sebuah pertanyaan sederhana: apakah Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan amonium nitratnya sendiri? Berangkat dari keyakinan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan strategis, hari ini PT KNI bukan lagi sekadar gagasan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pertambangan dan memperkuat kemampuan industri nasional. Perjalanan ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun industri strategis secara mandiri,” jelasnya.

Sepanjang sejarah operasinya, KNI terus meningkatkan kinerja melalui berbagai perbaikan operasional, termasuk memperpanjang siklus pemeliharaan dan meningkatkan efisiensi produksi. Pada tahun 2024, fasilitas ini mencatatkan produksi tahunan tertinggi sekitar 347 kiloton, mencerminkan peningkatan produktivitas yang berkelanjutan.

Managing Director dan CEO Orica, Sanjeev Gandhi, mengatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan kekuatan kemitraan jangka panjang dalam membangun kapabilitas lokal.

“Selama lebih dari 25 tahun, KNI telah berkontribusi dalam mentransformasi industri sumber daya di Indonesia, dari yang sebelumnya bergantung pada impor menjadi memiliki pasokan domestik yang tangguh untuk produk dan layanan penting bagi industri pertambangan. Perjalanan ini menunjukkan apa yang dapat dicapai ketika keahlian global dipadukan dengan kemitraan lokal yang kuat guna mendukung pembangunan nasional dan pertumbuhan industri. Saat ini, operasi kami termasuk yang paling aman dan andal di kawasan, dengan memenuhi standar mutu dan keselamatan internasional tertinggi. Bagi Orica, KNI merupakan bukti bahwa kerja sama industri yang berkelanjutan mampu memperkuat perekonomian secara menyeluruh, dan kami bangga telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia guna mendukung kemajuan industri sumber daya alam,” terangnya.

KNI juga terus meningkatkan kinerja keberlanjutan, termasuk melalui penerapan teknologi secondary abatement pada tahun 2023 yang berhasil mengurangi emisi sekitar 9,6% atau setara dengan sekitar 373 kiloton CO₂-ekuivalen per tahun.

Direktur PT Kaltim Nitrate Indonesia sekaligus Wakil Direktur PT Armindo Prima, Chrisna Deva, mengatakan bahwa KNI berada pada posisi yang kuat untuk terus bertumbuh.

“Memasuki fase berikutnya, ambisi KNI adalah tumbuh seiring dengan masa depan industri Indonesia dengan berlandaskan capaian selama 25 tahun terakhir. Kami melihat peluang besar untuk memperluas kapabilitas guna mendukung agenda pertambangan dan hilirisasi nasional. Yang memberikan keyakinan terbesar bagi saya adalah kekuatan tim dan kemitraan di balik KNI, itulah yang akan membawa perusahaan ini melangkah ke masa depannya,” ujarnya.

Group Executive dan President – Asia Orica, Rajkumar Mathiravedu, mengatakan bahwa KNI telah menjadi tolok ukur kapabilitas industri di kawasan Asia yang dibangun atas dasar kemitraan dan kepercayaan.

“KNI telah menjadi acuan bagi kapabilitas dan ketahanan industri di Asia, menunjukkan bagaimana sebuah negara dapat memperkuat pasokan domestiknya sekaligus bersaing di pasar internasional. Namun, di atas segalanya, pencapaian ini adalah kisah tentang kemitraan dan kepercayaan yang telah dibangun di Indonesia selama 25 tahun. Kekuatan KNI terletak pada kepemimpinan dan sumber daya manusianya, sementara peran kami adalah terus mendukungnya untuk jangka panjang,” katanya.

Memasuki fase berikutnya, KNI akan terus mendukung pertumbuhan sektor pertambangan dan agenda hilirisasi Indonesia, sekaligus meningkatkan kinerja lingkungan serta memperkuat ketahanan pasokan jangka panjang bagi pasar domestik. (srv)

Tags: industriswasembada9tambang

Berita Terkait.

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:47
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:42
Kian Meluas, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Papua Selatan
Ekonomi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:05
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Ekonomi

Pertamina Berdayakan Bank Sampah, Minyak Jelantah Warga Cilacap Dilirik Jadi Bahan Baku SAF

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:05
Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Ekonomi

Harga Patokan Ekspor Emas Turun 1,68 Persen pada Awal November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07
Citilink dan Krispy Kreme Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Penumpang Lewat Program Surprise In
Ekonomi

Mitsubishi Hadir di GIIAS Makassar 2026, Perkenalkan Ragam Pilihan Kendaraan untuk Kebutuhan Konsumen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:12

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5155 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1151 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.