INDOPOSCO.ID – PT Patra Jasa mencatatkan berbagai capaian strategis sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp5,5 triliun, meningkat 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja positif tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan yang memasuki usia ke-51 pada 17 Juli 2026 untuk memperkuat pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui inovasi, peningkatan layanan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Berdasarkan Laporan Keuangan Audited Tahun Buku 2025, capaian pendapatan tersebut juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 18 persen. Pertumbuhan ditopang oleh peningkatan kinerja di berbagai lini usaha, optimalisasi aset, serta pengembangan bisnis di sejumlah sektor strategis.
Penjabat (Pj.) VP Corporate Secretary PT Patra Jasa, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan pencapaian tersebut menjadi fondasi perusahaan untuk terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Memasuki usia ke-51, Patra Jasa semakin optimistis untuk terus bertumbuh dengan menjadikan inovasi, kualitas layanan, dan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi perusahaan. Berbagai capaian yang diraih dalam satu tahun terakhir menjadi fondasi untuk terus memperkuat daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Fadjar dalam keterangannya, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Dalam pengembangan bisnis, Patra Jasa memperluas layanan Facility Management Services (FMS) melalui kerja sama dengan berbagai mitra di luar Pertamina Group. Salah satunya adalah penyediaan layanan FMS di Mandiri Corporate University yang melibatkan 146 tenaga kerja untuk mendukung layanan housekeeping, gardening, engineering, security, parking, hingga support services. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas pasar non-captive sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.
Untuk mendukung kualitas layanan, Patra Jasa juga meresmikan Patra Training Center Area Indonesia Timur di Balikpapan. Fasilitas tersebut difungsikan sebagai pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja FMS di wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur guna meningkatkan standar kompetensi dan kualitas layanan operasional.
Di bidang keberlanjutan, perusahaan terus memperkuat implementasi prinsip ESG melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang satu tahun terakhir, Patra Jasa menjalankan 15 program TJSL yang telah memberikan manfaat kepada sekitar 60.269 penerima manfaat di berbagai wilayah operasional.
Berbagai inisiatif tersebut meliputi penggunaan Breezon sebagai alternatif pengganti freon sintetis pada sistem pendingin udara di sejumlah hotel, pengembangan pengelolaan sampah melalui Eco MiJel, eco enzyme dan pemanfaatan maggot, hingga penanaman 1.000 bibit mangrove untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir.
Di sektor properti, Patra Jasa juga memperoleh EDGE Certified Green Building untuk Grha Pertamina serta menjalin kerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dalam pengembangan green building dan transisi energi.
Selain memperkuat bisnis dan keberlanjutan, Patra Jasa terus meningkatkan tata kelola perusahaan melalui penerapan sistem manajemen berstandar internasional, peningkatan kompetensi auditor internal, serta penguatan budaya kerja yang mengedepankan kualitas, keselamatan, kepatuhan, dan continuous improvement.
Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan melalui 30 penghargaan yang diraih sepanjang satu tahun terakhir, baik di tingkat nasional maupun Pertamina Group. Di antaranya penghargaan Best Synergy pada ajang Pertamina Cost Optimization (PCO) 2025 atas implementasi Breezon dan TOP CSR Awards 2026 Corporate Level #Star 4 atas pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-51, Patra Jasa juga menghadirkan Sustainability Booth di Patra Jasa Office Tower sepanjang Juli 2026. Program tersebut menggandeng Clothes for Charity by Gemilang Indonesia, Makeup Wakeup, dan Kertabumi Recycling Center untuk mengedukasi pekerja mengenai gaya hidup berkelanjutan melalui pengumpulan pakaian layak pakai, pengelolaan limbah kosmetik, serta daur ulang kemasan produk perawatan kulit sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.
Fadjar menegaskan berbagai pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus bertumbuh secara adaptif dan berkelanjutan.
“Semangat Terus Tumbuh, Tulus Melayani tidak berhenti pada peringatan HUT ke-51, tetapi menjadi komitmen kami dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas layanan, memperluas kolaborasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” tutupnya. (rmn)


















