• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Wamenkop Tekankan Profesionalisme Koperasi Pesantren agar Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Kerakyatan

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 16 Juni 2026 - 17:02
in Ekonomi
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah dalam kunjungan kerjanya ke Koperasi Konsumen Mathlaul Anwar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (16/6/2026). Foto: Humas Kementerian Koperasi

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah dalam kunjungan kerjanya ke Koperasi Konsumen Mathlaul Anwar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (16/6/2026). Foto: Humas Kementerian Koperasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menekankan pentingnya profesionalisasi tata kelola koperasi di lingkungan pondok pesantren. Hal tersebut disampaikan Farida dalam kunjungan kerjanya ke Koperasi Konsumen Mathlaul Anwar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (16/6/2026).

Menurut Wamenkop, pondok pesantren memiliki jaringan yang sangat kuat dan sudah terbangun sejak sebelum Indonesia merdeka. Namun, kekuatan jaringan yang selama ini terkonsentrasi pada sektor pendidikan dan sosial, perlu diperluas ke sektor ekonomi melalui koperasi yang dikelola secara profesional.

BacaJuga:

PLN EPI Kembangkan Madu Kelulut di Kutai Kartanegara, Bidik Ekonomi Hijau Berbasis Warga

Impor LPG Dinilai Membebani Negara, DPR Minta Pemerintah Percepat Transisi ke Kompor Listrik

Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

“Jaringan pesantren adalah jaringan yang paling kuat dari dulu hingga sekarang. Jika ini dikelola secara profesional, pesantren bisa menjadi mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah atau donatur,” ujar Wamenkop di hadapan para pengurus pondok pesantren dan pelaku UMKM.

Turut hadir pada acara tersebut adalah Staf Ahli Menteri Kemenkop Henny Nafila, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalbar Ayub Barumbu, Ketua PW Mathlaul Anwar Kalbar Dulghani, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pontianak Ibrahim.

Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya pemisahan antara urusan sosial dengan urusan bisnis. Ia menyoroti seringnya praktik di lapangan di mana hasil usaha koperasi digunakan secara langsung untuk operasional pesantren sebelum melalui perhitungan sisa hasil usaha (SHU) yang tepat.

“Harus dipisahkan antara kantong bisnis dan sosial. Ini bagian dari tata kelola profesional. Jangan sampai santri yang seharusnya fokus belajar malah dibebani urusan teknis bisnis yang bukan keahliannya,” tegasnya.

Sebagai upaya mendukung hal tersebut, Kementerian Koperasi telah menyiapkan instrumen dukungan, salah satunya melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan perbankan komersial. Ia mendorong koperasi pesantren untuk meningkatkan kapasitas agar mampu memenuhi syarat akses permodalan tersebut.

Dorong Sertifikasi Dewan Pengawas Syariah

Terkait maraknya koperasi syariah di lingkungan pesantren, Wamenkop Farida juga menyoroti kebutuhan akan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang tersertifikasi. Ia menyadari bahwa meski banyak pengasuh pesantren memiliki keilmuan fikih keuangan yang mumpuni, sertifikasi tetap menjadi syarat mutlak dalam standar profesionalisme saat ini.

“Kementerian Koperasi siap mendampingi koperasi pesantren untuk melakukan pelatihan dan sertifikasi. Ini penting agar koperasi kita mampu bersaing di kancah nasional maupun global,” jelas Farida.

Farida menutup sambutannya dengan optimisme bahwa dengan profesionalisme dan pemanfaatan jaringan pesantren yang luas, ekonomi kerakyatan akan semakin kuat. Ia menargetkan setiap pesantren memiliki koperasi yang mandiri, yang nantinya akan saling terkoneksi dalam rantai pasok ekonomi nasional, mulai dari sektor pangan hingga jasa keuangan.

“Pesantren yang mandiri, tidak bergantung pada pihak lain, adalah bentuk nyata dari perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara utuh,” ucapnya. (srv)

Tags: Ekonomi KerakyatanFarida Farichah Koperasi Pesantrenkemenkop

Berita Terkait.

BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu, Warga Diimbau Tetap Waspada
Ekonomi

PLN EPI Kembangkan Madu Kelulut di Kutai Kartanegara, Bidik Ekonomi Hijau Berbasis Warga

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:01
Impor LPG Dinilai Membebani Negara, DPR Minta Pemerintah Percepat Transisi ke Kompor Listrik
Ekonomi

Impor LPG Dinilai Membebani Negara, DPR Minta Pemerintah Percepat Transisi ke Kompor Listrik

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:01
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Ekonomi

Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:37
Seperempat Abad KNI: Tonggak Swasembada Amonium Nitrat Indonesia
Ekonomi

Seperempat Abad KNI: Tonggak Swasembada Amonium Nitrat Indonesia

Senin, 15 Juni 2026 - 23:38
A Quarter Century of KNI: A Milestone in Indonesia’s Ammonium Nitrate Self-Sufficiency
Ekonomi

A Quarter Century of KNI: A Milestone in Indonesia’s Ammonium Nitrate Self-Sufficiency

Senin, 15 Juni 2026 - 22:45
PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Sirkular lewat Program Sedekah Sampah untuk Pendidikan
Ekonomi

PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Sirkular lewat Program Sedekah Sampah untuk Pendidikan

Senin, 15 Juni 2026 - 21:11

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7079 shares
    Share 2832 Tweet 1770
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1770 shares
    Share 708 Tweet 443
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1052 shares
    Share 421 Tweet 263
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    991 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.