• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Digitalisasi Perlinsos Dimulai dari Surabaya, Warga Bisa Daftar Langsung untuk Akses Bansos

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:26
in Nasional
Fifi-Aleyda-Yahya

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digial RI Fifi Aleyda Yahya, di sela acara sosialisasi dan pendaftaran Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), di Aula Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Jumat (12/6/2026). Foto: Humas Kemkomdigi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Antusiasme masyarakat menyambut transformasi digital perlindungan sosial terlihat jelas di Aula Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).

Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti sosialisasi sekaligus mencoba langsung Portal Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), platform yang memungkinkan masyarakat mendaftarkan diri agar masuk dalam sistem perlindungan sosial nasional.

BacaJuga:

Blind Spot Pertahanan Udara di Indonesia Timur Jadi Sorotan, DPR Ingatkan Ancaman Drone dan Pesawat Asing

Soroti Kesejahteraan Pilot Tempur TNI AU, Komisi I DPR: Tugas Berat Tak Sejalan dengan Tunjangan

Skandal Badal Haji hingga Pembayaran Dam Terungkap, DPR Desak Evaluasi Total Penyelenggaraan Haji 2026

Sekitar 200 warga hadir dalam kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial. Melalui sistem digital yang terintegrasi, pemerintah berupaya memastikan berbagai program perlindungan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan tanpa ada yang terlewat.

Dalam kunjungan jurnalistik yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI, media diajak melihat secara langsung proses sosialisasi, demonstrasi penggunaan Portal Perlinsos, hingga pendaftaran warga di lapangan. Kehadiran warga yang begitu antusias menjadi sinyal positif terhadap upaya modernisasi sistem perlindungan sosial nasional.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan digitalisasi Perlinsos merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh warga yang berhak menerima bantuan negara dapat terdata dengan baik.

“Kalau memang berhak mendapatkan bantuan pemerintah, jangan sampai ada yang terlewat. Digitalisasi Perlinsos hadir untuk membantu negara mengenali kondisi warganya dengan lebih baik sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ucapnya.

Selain memperluas akses pendataan, Fifi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bantuan social (bansos). Ia meminta warga tidak sembarangan memberikan data pribadi, kode OTP (One-Time Password), maupun kata sandi kepada pihak yang tidak dikenal.

Menurutnya, seluruh proses pendataan dan verifikasi dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu mempercayai pihak yang menawarkan percepatan pencairan bantuan dengan meminta imbalan tertentu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, menyebut integrasi data menjadi fondasi utama reformasi sistem perlindungan sosial yang saat ini sedang dijalankan pemerintah. Berbagai sumber data yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, seperti DTKS, Regsosek, dan P3KE, tengah dikonsolidasikan menjadi basis data terpadu yang lebih akurat.

“Data yang semakin akurat akan membuat intervensi pemerintah menjadi lebih tepat. Karena itu diperlukan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, pendamping, dan masyarakat untuk memastikan setiap warga terpetakan dengan baik,” kata Robben.

Ia mengungkapkan, masih terdapat sekitar 365.348 warga Surabaya yang belum masuk dalam klaster desil kesejahteraan. Kondisi ini menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan agar program bantuan sosial maupun program pemberdayaan seperti Sekolah Rakyat dapat menjangkau sasaran secara lebih tepat.

Di sisi lain, Koordinator Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Rahmat Andika, menjelaskan bahwa Portal Perlinsos dirancang untuk mempercepat proses pendaftaran dan verifikasi masyarakat melalui pemanfaatan identitas digital serta sistem pertukaran data yang terintegrasi antar-kementerian dan lembaga.

“Portal Perlinsos memungkinkan masyarakat mendaftarkan diri secara langsung sehingga proses verifikasi dapat berlangsung lebih cepat dengan dukungan interoperabilitas data antarlembaga,” ujarnya.

Surabaya sendiri menjadi salah satu dari 42 daerah percontohan implementasi Program Digitalisasi Perlinsos di Indonesia. Sebelum pelaksanaan uji coba, Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi kepada perangkat daerah hingga pelatihan bagi agen Perlinsos Digital.

Kesiapan tersebut tercermin dari capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) masyarakat Surabaya yang telah mencapai 99,67 persen. Sementara itu, aktivasi IKD bagi agen Perlinsos Digital telah mencapai 100 persen.

Melalui Program Digitalisasi Perlinsos, pemerintah berharap proses pendataan masyarakat menjadi semakin akurat, transparan, dan inklusif. Dengan data yang lebih presisi, bantuan sosial dan berbagai program kesejahteraan diharapkan dapat tersalurkan secara tepat sasaran, sekaligus memastikan tidak ada warga yang berhak menerima bantuan negara namun luput dari perhatian pemerintah.(rmn)

Tags: BansosFifi Aleyda YahyaKementerian KomdigiProgram Perlinsos

Berita Terkait.

Syamsu-Rizal
Nasional

Blind Spot Pertahanan Udara di Indonesia Timur Jadi Sorotan, DPR Ingatkan Ancaman Drone dan Pesawat Asing

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:02
Pilot
Nasional

Soroti Kesejahteraan Pilot Tempur TNI AU, Komisi I DPR: Tugas Berat Tak Sejalan dengan Tunjangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:11
Timwas-haji
Nasional

Skandal Badal Haji hingga Pembayaran Dam Terungkap, DPR Desak Evaluasi Total Penyelenggaraan Haji 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:30
Sony-S
Nasional

Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya Terkait Permohonan JC Kasus MBG

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:10
Menpar
Nasional

Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata dalam Pertemuan Tingkat Menteri

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:08
Workshop
Nasional

Dirjen Keuda Dorong BUMD Berbenah Total, Siap Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:25

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    943 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.