• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KPU Jakarta Soroti Dua “Gap” Pengaturan Lembaga Survei dalam WAPOR Asia Pacific

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 28 Juli 2026 - 23:23
in Nasional
dody

Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta, Dody Wijaya, saat tampil sebagai paper presenter pada plenary session WAPOR Asia Pacific 9th Annual Conference 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peran lembaga survei dalam kontestasi politik dinilai semakin strategis, bahkan tidak lagi sekadar menjadi penyaji data elektoral. Di tengah dinamika demokrasi modern, keberadaan lembaga survei disebut ikut menentukan bagaimana publik memandang proses pemilu dan membangun kepercayaan terhadap hasilnya.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta, Dody Wijaya, saat tampil sebagai paper presenter pada plenary session World Association for Public Opinion Research (WAPOR) Asia Pacific 9th Annual Conference 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

BacaJuga:

Kapal Pertamina Selamatkan 16 Korban KM Virgo Transport 8

Cegah Penyalahgunaan Dana Bantuan, Kemenbud Perkuat Kapasitas Pelaku Budaya

Bima Arya Ingatkan Gen-Z Pentingnya Nilai Moral dan Pergaulan Positif

Dalam forum internasional itu, Dody mempresentasikan makalah bertajuk Electoral Governance Beyond EMBs: Regulating Polling Institutions in Indonesia’s 2024 Jakarta Gubernatorial Election. Melalui kajian tersebut, ia mengangkat posisi lembaga survei sebagai aktor kuasi-elektoral yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan informasi politik sekaligus persepsi masyarakat terhadap kualitas demokrasi.

“Dalam pemilu modern, legitimasi elektoral tidak hanya dibentuk oleh penyelenggara pemilu, lembaga pengawas, atau pengadilan, tetapi juga oleh aktor yang memproduksi informasi elektoral dan memengaruhi persepsi publik terhadap kompetisi politik,” ujar Dody dalam paparannya.

“Karena itu, tata kelola lembaga survei tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan teknis metodologi, melainkan juga sebagai bagian dari tata kelola electoral,” sambungnya.

Berangkat dari pengalaman Pilkada Jakarta 2024, Dody memetakan sejumlah tantangan yang masih membayangi pengaturan lembaga survei di Indonesia. Salah satunya adalah belum adanya kepastian mengenai konsekuensi hukum maupun administratif terhadap lembaga survei yang telah terdaftar apabila menerima sanksi etik, keluar dari asosiasi profesi, atau berpindah ke asosiasi lain.

Persoalan berikutnya adalah lemahnya keterhubungan antara mekanisme etik yang dijalankan organisasi profesi dengan sistem penegakan aturan yang dimiliki penyelenggara pemilu.

“Kedua, enforcement gap, yaitu belum optimalnya keterhubungan antara proses etik di asosiasi profesi dengan mekanisme formal pengaduan dan sanksi administratif melalui Bawaslu dan KPU,” jelasnya.

Menurut Dody, model tata kelola yang mengombinasikan regulasi negara dengan mekanisme self-regulation oleh asosiasi profesi masih menjadi pendekatan yang tepat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kejelasan jalur akuntabilitas di antara seluruh pihak yang terlibat.

“Governing polling institutions is not about restricting surveys. It is about protecting the credibility of surveys and the accountability of institutions,” tuturnya.

Ia juga menilai penyempurnaan regulasi menjadi kebutuhan mendesak agar tata kelola lembaga survei semakin kredibel. Beberapa aspek yang dinilai perlu diperkuat meliputi pengaturan status lembaga survei pascasanksi etik, koordinasi yang lebih solid antara asosiasi profesi dengan penyelenggara pemilu, hingga peningkatan transparansi terkait metodologi, sumber pendanaan, afiliasi, dan akuntabilitas kelembagaan.

“Melalui WAPOR Asia Pacific Conference 2026, paparan ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan internasional mengenai riset opini publik, tata kelola survei, dan integritas elektoral. Forum ini juga menjadi ruang penting untuk mendorong penyempurnaan regulasi lembaga survei dalam Pemilu dan Pilkada mendatang agar kredibilitas informasi elektoral dan legitimasi demokrasi tetap terjaga,” tambahnya.

WAPOR Asia Pacific Conference 2026 mengusung tema Public Opinion in a Fast-Changing World. Konferensi tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, media, serta praktisi opini publik dari berbagai negara. Sebanyak 110 peserta dari 21 negara hadir untuk membahas beragam isu, mulai dari metodologi survei, opini publik, kebijakan perkotaan, kohesi sosial, kesehatan mental, geopolitik, hingga perkembangan survei politik di kawasan Asia Pasifik. (her)

Tags: KPU JakartaLembaga SurveiWAPOR Asia Pacific

Berita Terkait.

Kapal-Pertamina
Nasional

Kapal Pertamina Selamatkan 16 Korban KM Virgo Transport 8

Minggu, 13 September 2026 - 13:26
Tari-Topeng
Nasional

Cegah Penyalahgunaan Dana Bantuan, Kemenbud Perkuat Kapasitas Pelaku Budaya

Minggu, 13 September 2026 - 12:45
Bima-Arya
Nasional

Bima Arya Ingatkan Gen-Z Pentingnya Nilai Moral dan Pergaulan Positif

Minggu, 13 September 2026 - 11:04
menag
Nasional

Menag: LPTQ Jadi Otoritas Penilaian Al-Qur’an, Hakim MTQ Wajib Bersertifikat

Sabtu, 12 September 2026 - 23:13
brin
Nasional

Bantu Tekan Abrasi Pesisir, BRIN Sulap Limbah Plastik Jadi Eco Hex Brick

Sabtu, 12 September 2026 - 22:02
Penghargaan
Nasional

Dorong Kesetaraan Pendidikan dan Perlindungan Anak, Pemprov Kalsel Sabet Penghargaan Nasional

Sabtu, 12 September 2026 - 20:31

OLAHRAGA

timnas
Olahraga

Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 12 September 2026 - 21:08

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persib Bandung Igor Tolic melempar sindiran kepada Persija Jakarta setelah timnya ditekuk 1-2 oleh Macan Kemayoran pada...

SelengkapnyaDetails
persija

Sengit! Persija Bungkam Persib Lewat Gol Injury Time

Sabtu, 12 September 2026 - 19:11
ketum

Persija vs Persib di GBK, Ketum Jakmania Imbau Suporter Jaga Ketertiban

Sabtu, 12 September 2026 - 15:23
parkit

Persija vs Persib di GBK, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir

Sabtu, 12 September 2026 - 15:19
Hadapi Persib di GBK, Shin Tae-yong Targetkan Kemenangan untuk Jakmania

Hadapi Persib di GBK, Shin Tae-yong Targetkan Kemenangan untuk Jakmania

Sabtu, 12 September 2026 - 11:37

BERITA POPULER

  • timnas

    Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Bambang Setiawan, Pelaku Ternyata Pekerja Serabutan

    702 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Gempa Susulan Berturut-turut Getarkan Bandung Pagi Ini, Kedalaman Hiposenter 2 Km

    676 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Harison Mocodompis Pangkas Birokrasi Tanah, PPAT Tak Sanggup Diminta Mundur

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.