• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pengamat Lempar Sindiran “Londo Ireng”: Jangan Sedikit-Sedikit Pengkritik Dicap Antek Asing

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 28 Juli 2026 - 22:12
in Nasional
bowo

Presiden Prabowo Subianto berpidato di peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta beberapa waktu lalu. Foto: BPMI Setpres

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Fenomena penggunaan istilah “londo ireng” dalam pidato Presiden Prabowo Subianto terus memantik respons dari berbagai kalangan. Salah satu yang ikut menanggapi adalah pengamat politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa. Namun, alih-alih melontarkan kritik keras, Hensa memilih membalasnya dengan humor.

Melalui akun media sosialnya, Hensa berkelakar bahwa dirinya lebih nyaman menyandang predikat komika politik ketimbang pengamat politik.

BacaJuga:

BRICS Jadi Panggung Prabowo Perkuat Pengaruh Indonesia di Dunia

Ketua DPD RI Dorong Koridor Ekonomi Sumatera Terintegrasi

Helikopter Dauphin Tiba di Pantai Carita, Perkuat Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

“Saya jadi Komika Politik aja, jangan disebut pengamat lagi, supaya tidak termasuk dalam kategori ‘itu,’” tulis Hensa melalui akun X miliknya, @satriohendri, dikutip pada Selasa (28/7/2026).

Unggahan tersebut merujuk pada pidato Prabowo dalam puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik. Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya pihak-pihak yang dinilai lebih mengutamakan kepentingan bangsa lain dibanding kepentingan Indonesia.

Pada kesempatan itu, Prabowo kembali mengangkat istilah “londo ireng”, yang menurutnya masih eksis hingga kini, meski tampil dengan wajah dan peran yang berbeda.

“Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain,” ujar Prabowo dalam pidatonya saat itu.

Prabowo kemudian menyebut sejumlah kelompok, mulai dari wartawan, pengamat hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM), dalam konteks pernyataannya tersebut.

Menanggapi hal itu, Hensa menilai ucapan Presiden mengandung unsur gurauan sehingga ia memilih merespons dengan nada yang sama.

“Saya paham ada unsur bercandanya dalam selorohan Presiden. Makanya saya respons juga dengan bercanda, sekalian saja mengaku sebagai komika politik. Cuma, namanya juga candaan Presiden, tetap saja bisa membuat pengamat seperti saya sedikit deg-degan,” kata Hensa.

Hensa menegaskan bahwa responsnya bukan dimaksudkan sebagai serangan kepada kepala negara. Menurutnya, candaan tersebut justru menjadi cara menyampaikan kegelisahan bahwa profesi pengamat memiliki tugas mengawasi, memberi penilaian, sekaligus menyampaikan kritik terhadap jalannya pemerintahan.

Ia pun menyindir anggapan yang berkembang bahwa kritik kerap dipersepsikan sebagai bentuk keberpihakan kepada kepentingan asing.

“Kalau pengamat yang tugasnya mengamati kemudian dianggap sebagai ‘londo ireng’, ya lebih aman saya menjadi komika politik saja. Kalau melontarkan kritik, nanti bisa dibilang sedang bercanda. Padahal, kritik dan pengawasan itu diperlukan agar pemerintah tetap berjalan pada jalur yang benar,” jelas Hensa.

Perdebatan mengenai istilah tersebut juga mendapat perhatian dari pengamat politik Rocky Gerung. Menurutnya, penggunaan istilah “londo ireng” dalam dinamika politik saat ini sudah kehilangan konteks historis yang jelas.

“Londo Ireng tuh adanya dalam imajinasi. Karena udah berabad-abad orang lupa bahwa dulu orang Afrika disogok oleh Belanda untuk jadi tentara bayaran, sekarang enggak jelas mana tentara bayarannya,” kata Rocky dalam tayangan yang diunggah akun Instagram @hensa.official.

Di akhir tanggapannya, Hensa berharap istilah tersebut tidak dipakai untuk melabeli setiap orang yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah. Ia menekankan bahwa kritik merupakan bagian dari mekanisme demokrasi dan tidak selalu lahir dari keinginan menjatuhkan kekuasaan.

“Jangan sampai semua yang mengkritik kemudian dicurigai sebagai antek asing atau pembantu penjajah. Bisa saja mereka ingin menyampaikan sesuatu karena ingin pemerintah berhasil. Kalau semua harus diam dan hanya boleh memuji, nanti pengamat politik benar-benar lebih cocok beralih profesi menjadi komika,” tutup Hensa. (her)

Tags: Londo IrengPengamat

Berita Terkait.

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Nasional

BRICS Jadi Panggung Prabowo Perkuat Pengaruh Indonesia di Dunia

Sabtu, 12 September 2026 - 14:35
Ketua DPD RI Dorong Koridor Ekonomi Sumatera Terintegrasi
Nasional

Ketua DPD RI Dorong Koridor Ekonomi Sumatera Terintegrasi

Sabtu, 12 September 2026 - 12:05
Helikopter Dauphin Tiba di Pantai Carita, Perkuat Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Nasional

Helikopter Dauphin Tiba di Pantai Carita, Perkuat Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

Sabtu, 12 September 2026 - 10:45
BNPB Klaim Pemadaman Karhutla Gambut Capai 100 Hektare per Hari
Nasional

BNPB Klaim Pemadaman Karhutla Gambut Capai 100 Hektare per Hari

Sabtu, 12 September 2026 - 10:39
Akhmad Wiyagus
Nasional

Kemendagri Dorong RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selaras dengan Kebutuhan Daerah

Sabtu, 12 September 2026 - 07:29
Bima Arya
Nasional

Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Bima Minta Kepala Daerah Bangun Ekosistem Ekonomi

Sabtu, 12 September 2026 - 07:17

OLAHRAGA

Hadapi Persib di GBK, Shin Tae-yong Targetkan Kemenangan untuk Jakmania
Olahraga

Hadapi Persib di GBK, Shin Tae-yong Targetkan Kemenangan untuk Jakmania

Editor Ali Rachman
Sabtu, 12 September 2026 - 11:37

INDOPOSCO.ID - Duel panas sarat gengsi mempertemukan Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada pekan ke-2 Super League 2026/2027 di Stadion...

SelengkapnyaDetails
Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Jumat, 11 September 2026 - 08:50
Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Jumat, 11 September 2026 - 02:21
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    926 shares
    Share 370 Tweet 232
  • Gempa Susulan Berturut-turut Getarkan Bandung Pagi Ini, Kedalaman Hiposenter 2 Km

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    655 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    653 shares
    Share 261 Tweet 163
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    650 shares
    Share 260 Tweet 163
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.