• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Di Depan Mendiktisaintek, Legislator Komisi X Dewi Coryati Soroti Ketimpangan Akses Beasiswa S3 bagi Dosen di Daerah

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 2 Juni 2026 - 14:47
in Nasional
Dewi-Coryati

Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati, dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Tari/Karisma

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati, mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan afirmatif dalam program beasiswa pendidikan doktoral (S3) bagi dosen dari perguruan tinggi di daerah. Menurutnya, skema beasiswa yang selama ini berbasis kompetisi terbuka belum sepenuhnya mampu mengatasi kesenjangan akses yang masih dihadapi dosen di luar kampus-kampus besar.

Usulan tersebut disampaikan Dewi dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

BacaJuga:

Putusan MK soal Kuota Internet Hangus, YLKI Desak Komdigi, Operator dan KPPU Tindak Lanjuti

Pasar Diminta Tenang, Purbaya Pastikan Transisi Gubernur BI Berjalan Mulus

Kemendukbangga dan Kemendikdasmen Sinergikan Peran Keluarga Bagun Generasi Emas 2045

Politisi Fraksi PAN itu menilai dosen dari perguruan tinggi daerah kerap menghadapi tantangan lebih besar dalam memperoleh beasiswa dibandingkan dosen dari kampus unggulan yang memiliki dukungan sumber daya akademik, jejaring riset, dan reputasi institusi yang lebih kuat.

“Memang ada Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), tapi karena persaingannya bersifat terbuka dan sangat kompetitif, dosen dari daerah sering kali menghadapi kesulitan yang lebih besar untuk mendapatkan kesempatan tersebut,” ujar Dewi.

Legislator dari Daerah Pemilihan Bengkulu itu mencontohkan kondisi perguruan tinggi di daerah yang meskipun tidak termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetap menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing akademik.

Menurutnya, apabila seluruh program beasiswa hanya mengandalkan mekanisme kompetisi yang sama, maka kesenjangan kualitas pendidikan tinggi antarwilayah berpotensi terus berlanjut.

Karena itu, Dewi mengusulkan adanya skema afirmasi atau perlakuan khusus bagi dosen dari perguruan tinggi daerah agar mereka memiliki peluang yang lebih setara untuk melanjutkan studi doktoral.

“Apakah ada affirmative action untuk dosen-dosen dari daerah yang selama ini relatif termarjinalkan, sehingga pendidikan tinggi bisa berkembang lebih merata di seluruh Indonesia,” katanya.

Dewi menegaskan bahwa peningkatan kualitas dosen merupakan salah satu kunci utama pemerataan mutu pendidikan tinggi nasional. Dengan semakin banyak dosen daerah yang memiliki kualifikasi doktoral, kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Ia juga menilai kebijakan afirmatif bukan semata-mata soal pemberian kemudahan, melainkan upaya menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi dosen yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan dukungan akademik.

Saat ini pemerintah telah menyediakan berbagai program pendanaan pendidikan lanjutan, termasuk melalui Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dan sejumlah program doktoral lainnya. Namun, Dewi berharap kebijakan tersebut dapat dilengkapi dengan pendekatan yang lebih inklusif agar pemerataan kualitas pendidikan tinggi benar-benar terwujud.

“Pemerataan pendidikan tinggi tidak hanya berbicara soal jumlah kampus, tetapi juga kualitas dosen yang tersebar di seluruh daerah. Karena itu, perlu ada kebijakan yang memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” pungkasnya.(dil)

Tags: BPIDPR RIKemendiktisaintekKomisi X

Berita Terkait.

Putusan MK soal Kuota Internet Hangus, YLKI Desak Komdigi, Operator dan KPPU Tindak Lanjuti
Nasional

Putusan MK soal Kuota Internet Hangus, YLKI Desak Komdigi, Operator dan KPPU Tindak Lanjuti

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:39
Pasar Diminta Tenang, Purbaya Pastikan Transisi Gubernur BI Berjalan Mulus
Nasional

Pasar Diminta Tenang, Purbaya Pastikan Transisi Gubernur BI Berjalan Mulus

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:00
Kemendukbangga dan Kemendikdasmen Sinergikan Peran Keluarga Bagun Generasi Emas 2045
Nasional

Kemendukbangga dan Kemendikdasmen Sinergikan Peran Keluarga Bagun Generasi Emas 2045

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:09
ice
Nasional

ICE Institute Percepat Transformasi Pembelajaran Digital, Ribuan Mahasiswa Nikmati Kampus Tanpa Batas

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:40
dody
Nasional

KPU Jakarta Soroti Dua “Gap” Pengaturan Lembaga Survei dalam WAPOR Asia Pacific

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:23
bowo
Nasional

Pengamat Lempar Sindiran “Londo Ireng”: Jangan Sedikit-Sedikit Pengkritik Dicap Antek Asing

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:12

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1434 shares
    Share 574 Tweet 359
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1382 shares
    Share 553 Tweet 346
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3022 shares
    Share 1209 Tweet 756
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.