• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Sebut Data BPS Tak Kredibel, Ekonom: Hanya Ingin Menyenangkan Presiden

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 7 Mei 2026 - 11:51
in Nasional
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta/istimewa

Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mempertanyakan akurasi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen (yoy) pada Triwulan I-2026. Ia menilai angka tersebut tidak realistis dan cenderung menjadi upaya politis untuk memberikan kesan positif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sekali lagi BPS menunjukkan bahwa data yang disampaikan tidak kredibel, hanya ingin membuat Presiden senang, tapi tidak melaporkan apa yang benar-benar terjadi di masyarakat,” nilai Huda dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

BacaJuga:

Bentuk Tim AHWA, Kemenag: Siapkan Seleksi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

Kapolri Sebut Penguatan Peran Kompolnas Tak Perlu Undang-Undang Baru

Temuan Pelanggaran dan Penyaluran PIP Tak Tepat Sasaran, Ini yang Dilakukan Kemendikdasmen

Rupiah terperosok ke level Rp17.105 per dolar AS menyusul rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Pelemahan itu mencerminkan struktur ekonomi domestik yang masih rapuh, sehingga belum mampu memupuk optimisme investor.

“Pergerakan rupiah yang negatif (melemah) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita rapuh sehingga tidak dipercaya investor,” ujar Huda.

IIa menyayangkan meski angka pertumbuhan ekonomi diklaim mencapai 5,61 persen, pasar Indonesia belum mampu menarik minat investor luar karena kenyataannya aliran modal masuk masih sangat minim.

“Investor luar takut masuk ke pasar Indonesia. Jika benar pertumbuhan ekonomi 5,61 persen, kuat, maka banyak yang masuk ke dalam negeri (capital inflow). Tapi kenyataannya tidak,” nilai Huda.

Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti mengemukakan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen dalam Triwulan I tahun 2026 jika dibandingkan dengan Triwulan I 2025 secara year-on-year.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 apabila dibandingkan Triwulan I 2025 atau secara year-on-year tumbuh sekitar 5,61 persen,” ungkap Amalia terpisah di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Lapangan usaha yang memberikaan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026, yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan. “Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan I 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp3.447,7 triliun,” jelas Amalia. (dan)

Tags: Ekonomi Indonesianailul hudanilai tukar rupiah

Berita Terkait.

kemenag
Nasional

Bentuk Tim AHWA, Kemenag: Siapkan Seleksi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:23
sigit
Nasional

Kapolri Sebut Penguatan Peran Kompolnas Tak Perlu Undang-Undang Baru

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:03
belajar
Nasional

Temuan Pelanggaran dan Penyaluran PIP Tak Tepat Sasaran, Ini yang Dilakukan Kemendikdasmen

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:12
Ichsan-Marsha
Nasional

Jemaah Haji 2026 Dilarang City Tour Sebelum Armuzna, Diminta Fokus Jaga Kesehatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:46
Bob-Hasan
Nasional

Baleg DPR Dorong Pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat, Tekankan Kepastian Hukum dan Kearifan Lokal

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:06
KBM
Nasional

Era Berebut Bangku Negeri Mulai Bergeser, Sekolah Swasta Resmi Jadi Solusi SPMB

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:45

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Mengasah Kompetensi dari Lapangan, PEP Sangasanga Buka Wawasan Mahasiswa Migas

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.