INDOPOSCO.ID – Suasana Wisma Ria, Sangasanga, Kalimantan Timur, terasa berbeda pada 22 April 2026. Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Migas Balikpapan datang bukan sekadar berkunjung, tetapi untuk menyelami langsung denyut nadi industri hulu minyak dan gas.
Sebanyak 74 mahasiswa bersama dosen pendamping diajak melihat lebih dekat bagaimana proses produksi migas berlangsung di lapangan. Dari sumur produksi, tangki pemisah minyak dan air, hingga fasilitas water injection (WI), semuanya menjadi “ruang kelas nyata” yang tak tergantikan oleh teori di kampus.
Bagi mahasiswa tingkat tiga tersebut, kunjungan ini menjadi jembatan penting antara ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di dunia kerja. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mengamati langsung alur produksi minyak dari sumur hingga ke stasiun pengumpul.
Assistant Manager Petroleum Engineer PEP Sangasanga Field, Ivan Oriza Sativa, menegaskan bahwa keterlibatan dunia industri dalam pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Kemampuan untuk bekerja sama dan terus belajar di tengah perubahan adalah kunci dalam membangun kompetensi di dunia kerja, termasuk di industri hulu migas,” kata Ivan dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Sebelum memasuki area operasional, seluruh peserta menjalani prosedur ketat, mulai dari registrasi hingga pemeriksaan kesehatan melalui daily check up (DCU). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan safety briefing sebagai pengingat bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas industri migas.
Dosen pembimbing STT Migas Balikpapan, Markus Lumbaa, melihat kegiatan ini sebagai bagian dari hubungan yang terus tumbuh antara dunia pendidikan dan industri.
“Sebelumnya telah banyak mahasiswa kami yang melakukan kunjungan lapangan, bahkan kerja praktik di PEP Sangasanga Field. Kami berharap kegiatan ini dapat semakin mempererat hubungan antara pihak kami dan perusahaan,” jelas Markus.
Tak hanya observasi, mahasiswa juga mendapat pemaparan menyeluruh tentang profil dan proses bisnis Pertamina EP, khususnya operasional di Sangasanga Field. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya rasa ingin tahu peserta terhadap dinamika industri hulu migas.
Salah satu mahasiswa, Achmad Haydir, mengaku pengalaman ini membuka perspektif baru tentang dunia kerja yang selama ini hanya dipahami secara teoritis.
“Kegiatan ini memberikan pemahaman nyata terhadap dunia kerja industri melalui observasi langsung di lapangan. Kami tidak hanya melihat objek dan lingkungan kerja secara fisik, tetapi juga memahami fungsi dan prinsip kerja peralatan yang digunakan dalam proses operasional. Interaksi langsung dengan sistem dan alat yang beroperasi memberikan gambaran yang lebih jelas dibandingkan pembelajaran teoritis di kelas,” ungkap Haydir.
Selain memahami proses produksi, mahasiswa juga diperkenalkan dengan penerapan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) sebagai fondasi utama dalam menjaga keselamatan kerja dan keberlanjutan operasi.
”Melalui pengalaman ini, kami memperoleh perspektif yang lebih komprehensif mengenai standar kerja industri serta tantangan yang dihadapi di lapangan,” tambahnya.
Di sisi lain, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan dan pengembangan talenta nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan menjadi langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan sektor energi ke depan.
”Di PHI, kami meyakini pendidikan merupakan salah satu fondasi utama untuk membangun masyarakat yang mandiri dan berwawasan luas, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutur Dony.
Melalui kunjungan ini, satu hal menjadi jelas, industri migas bukan hanya tentang produksi energi, tetapi juga tentang membangun generasi yang siap melanjutkan estafetnya di masa depan. (her)










