• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bukan Sekadar Afirmasi, Siswa Kurang Mampu Bisa Kuasai 3 Jalur Sekaligus di SPMB

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 7 Mei 2026 - 16:44
in Nasional
Gogot-Suharwoto

Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto memberikan keterangan pers dalam diskusi santai dengan media bertajuk ‘Ngopi Bareng Dirjen PAUD Dikdas PNFI’ di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah kekhawatiran masyarakat soal ketatnya persaingan masuk sekolah negeri, pemerintah justru menyebut peserta didik dari keluarga kurang mampu memiliki peluang sangat besar untuk diterima di sekolah tujuan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, mengatakan bahwa keberpihakan sistem itu hadir lewat kombinasi jalur afirmasi, domisili, hingga prestasi yang bisa dimanfaatkan sekaligus oleh siswa miskin.

BacaJuga:

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Menapaki Perjalanan Baru, iCAR V23 Kini Telah Dimiliki 1.000 Konsumen

ISPA Anak Meningkat, DPR: Respons Karhutla Harus Bergeser ke Pelindungan Kesehatan

“Jalurnya tetap sama. Jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Persentasenya juga tetap sama karena memang Permen (Peraturan Menteri)-nya nggak berubah,” kata Gogot dalam diskusi santai dengan media bertajuk ‘Ngopi Bareng Dirjen PAUD Dikdas PNFI’ di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, kuota domisili untuk SD mencapai 70 persen, SMP minimal 40 persen, dan SMA minimal 30 persen. Sementara jalur afirmasi dialokasikan minimal 15 persen untuk SD, 20 persen SMP, dan 30 persen SMA.

“Di SD itu domisili 70 persen. SMP minimal 40 persen. SMA minimal 30 persen. Jalur afirmasi, SD itu minimal 15 persen, SMP 20 persen, SMA 30 persen. Tadi saya cek prestasi minimal SMP 25 persen, SMA 30 persen,” jelasnya.

Menurut Gogot, siswa dari keluarga kurang mampu memiliki keuntungan berlapis karena dapat bersaing di beberapa jalur sekaligus. Jika rumah dekat sekolah, mereka berpeluang lolos lewat domisili. Jika punya capaian akademik atau nonakademik, kesempatan terbuka di jalur prestasi. Di sisi lain, mereka juga mendapat akses melalui jalur afirmasi.

“Sebenarnya kalau kita mau menganalisa lebih dalam, kalau murid dari keluarga yang tidak mampu, dia dapat privilege di jalur afirmasi 30 persen. Dia kurang mampu namun dekat dengan sekolah, dia dapat privilege domisili. Dia tidak mampu namun berprestasi, maka dia dapat privilege prestasi,” jelasnya.

Ia bahkan menyebut peluang siswa miskin untuk masuk sekolah tujuan bisa mencapai 90 persen.

“Jadi keluarga tidak mampu itu justru punya 90 persen kesempatan untuk masuk di sekolah yang diinginkan. Ya, karena jalur domisili kalau dia deket dapat, kalau berprestasi dia juga dapat. Kalau sudah tidak deket dengan sekolah, prestasi nggak dapat, paling nggak afirmasi dia juga dapat tiga puluh persen,” ungkapnya.

Meski demikian, Gogot menilai peluang itu tetap bergantung pada posisi dan kondisi masing-masing siswa.

“Ya, kalau dia kurang mampu, tapi domisilinya tidak jauh, tapi dia berprestasi 60 persen ya. Keluarga tidak mampu domisilinya jauh, tidak berprestasi, masih 30 persen. Kurang apa lagi? Ini keberpihakan dari sistem ini untuk orang tidak mampu sangat luar biasa,” tambahnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mengubah stigma lama soal sekolah favorit yang selama ini dianggap sulit diakses kelompok ekonomi bawah. Lewat SPMB, pemerintah mengeklaim sistem penerimaan kini semakin berpihak pada pemerataan akses pendidikan.(her)

Tags: KemendikdasmenPAUDSPMB

Berita Terkait.

dalu
Nasional

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 04:04
icar
Nasional

Menapaki Perjalanan Baru, iCAR V23 Kini Telah Dimiliki 1.000 Konsumen

Selasa, 29 September 2026 - 03:13
ispa
Nasional

ISPA Anak Meningkat, DPR: Respons Karhutla Harus Bergeser ke Pelindungan Kesehatan

Selasa, 29 September 2026 - 00:30
dagri
Nasional

Penanganan Disabilitas Butuh Kerja Sama Lintas Sektor

Senin, 28 September 2026 - 23:23
tomsi
Nasional

Sekjen Kemendagri Tekankan Kepemimpinan Adaptif di Tengah Era Disrupsi

Senin, 28 September 2026 - 20:02
bing
Nasional

Museum Bing Slamet Diresmikan, Warisan Maestro Harus Hidup di Generasi Baru

Senin, 28 September 2026 - 18:08

OLAHRAGA

puan
Olahraga

Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

Editor Dilianto
Senin, 28 September 2026 - 22:12

INDOPOSCO.ID - Kontingen Indonesia terus menambah medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk emas dari lifter Rahmat Erwin. Ketua DPR...

SelengkapnyaDetails
campus

Campus League The Nationals Badminton Season 1, Expedition Jadi Official Timekeeper

Senin, 28 September 2026 - 15:45
Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Senin, 28 September 2026 - 12:53
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Jelang Lawan Malaysia di GBK, John Herdman Usung Misi “Melindungi Tanah Air”

Senin, 28 September 2026 - 12:00
Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Senin, 28 September 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3905 shares
    Share 1562 Tweet 976
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    2270 shares
    Share 908 Tweet 568
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1113 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.