INDOPOSCO.ID – Percepatan pembangunan Double-Double Track (DDT) dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan keselamatan dan tata kelola perkeretaapian nasional, khususnya pascakecelakaan di Bekasi Timur. Pemisahan jalur antara kereta komuter dan kereta jarak jauh dianggap mendesak guna mengurangi kepadatan lintasan di jalur sibuk seperti Bekasi hingga Cikarang.
Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menegaskan bahwa peristiwa kecelakaan tersebut harus menjadi momentum untuk mempercepat realisasi proyek DDT, terutama pada lintasan yang saat ini masih digunakan secara bersamaan oleh KRL dan kereta antarkota.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan DDT. Jalur komuter dan kereta jarak jauh wajib dipisahkan agar sistem operasi lebih aman dan tidak saling mengganggu,” ujar Sudjatmiko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (1/5/2026).
Diketahui, DDT Adalah proyek infrastruktur perkeretaapian yang membangun empat jalur rel sekaligus (dua pasang jalur ganda) untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh dengan kereta api komuter (KRL).
Ia menjelaskan, pembangunan DDT sejauh ini baru menjangkau Stasiun Bekasi. Sementara lintasan Bekasi hingga Cikarang yang memiliki intensitas perjalanan tinggi masih menggunakan jalur campuran. Kondisi tersebut dinilai menjadi titik rawan karena gangguan pada satu jenis kereta dapat langsung berdampak pada layanan lainnya.
Menurut Sudjatmiko, pemisahan jalur secara penuh akan membuat operasional kereta menjadi lebih optimal. Dalam skema DDT, jalur komuter difokuskan untuk mobilitas harian masyarakat perkotaan, sementara jalur lainnya digunakan khusus untuk kereta jarak jauh dan logistik.
“Dengan pemisahan ini, risiko gangguan operasi dapat ditekan, sekaligus meningkatkan keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan,” jelas legislator Fraksi PKB tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa percepatan pembangunan DDT kini semakin realistis untuk dilakukan. Pasalnya, persoalan pembebasan lahan yang sebelumnya menjadi kendala utama disebut telah banyak diselesaikan, khususnya pada jalur hingga Cikarang.
Karena itu, Sudjatmiko mendorong pemerintah agar segera mempercepat tahap eksekusi pembangunan guna memastikan sistem perkeretaapian yang lebih aman, andal, dan efisien bagi masyarakat.
Menurutnya, pembenahan infrastruktur perkeretaapian tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada kualitas layanan transportasi publik secara keseluruhan.
Diketahui sebelumnya, pada Senin (27/4/2026) malam, terjadi peristiwa tabrakan antara kereta jarak jauh KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menyebakan tewasnya 16 penumpang dan puluhan orang terluka. (dil)











