INDOPOSCO.ID – Bencana hidrometeorologi basah, mulai dari banjir hingga angin kencang, terus melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa periode 1 – 2 April 2026.
Kapusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan, laporan pertama adalah peristiwa banjir yang berdampak di 12 kelurahan di Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (1/5/2026.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Cilandak Barat, Pondok Labu, Jagakarsa, Cipedak, Cipulir, Pondok Pinang, dan Pejaten Timur di Kota Jakarta Selatan. Selain itu, banjir terjadi di Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, dan Cililitan di Kota Jakarta Timur.
“Kejadian itu berdampak pada sekitar 1.241 kepala keluarga atau 3.392 jiwa. BPBD DKI Jakarta melaporkan sebanyak 1.241 rumah warga terdampak. Hingga hari ini, Sabtu (2/5), banjir dilaporkan berangsur surut,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Selanjutnya, bencana hidrometeorologi juga melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat. Banjir melanda Desa Rawa Panjang dan Desa Bojong Baru di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada Jumat (1/5/2026) pukul 17.30 waktu setempat.
“Banjir dilaporkan terjadi setelah hujan deras berdurasi panjang dan diperparah oleh penyempitan saluran Kali Baru. Ketinggian air mencapai 120 sentimeter,” tutur Abdul Muhari.
Sebanyak 60 unit rumah terdampak dengan rincian 10 unit di Desa Bojong Baru dan 50 unit di Desa Rawa Panjang. Pascakejadian, BPBD bersama tim gabungan segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan. Hingga hari ini banjir berangsur surut.
Sementara di wilayah Kabupaten Bogor, cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras disertai angin kencang menimbulkan korban jiwa di Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Gunung Putri.
“Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon palem, sementara satu orang lainnya meninggal setelah tertimpa pagar tembok saat berteduh. Korban meninggal dunia segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Abdul Muhari. (dan)










