INDOPOSCO.ID – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai, pengalihan fokus anggaran secara besar-besaran ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama terhambatnya pembenahan kualitas pendidikan nasional
Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji menyatakan, bahwa program MBG telah menjadi benalu yang menggerogoti alokasi dana pendidikan nasional.
“Pemerintah seolah memberikan makan dengan tangan kanan, tapi memutus masa depan anak-anak dengan tangan kiri karena mengabaikan infrastruktur, kesejahteraan guru, dan biaya sekolah,” kritik Ubaid dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
JPPI menyoroti potensi penurunan kualitas SDM di masa depan akibat alokasi anggaran pendidikan yang dialihkan ke program populis, dinilainya tidak sejalan dengan kebutuhan fundamental dunia pendidikan.
“Jangan korbankan kualitas SDM jangka panjang demi program populis jangka pendek yang salah sasaran,” tegas Ubaid.
Pihaknya mendesak, pemerintah agar memfokuskan kembali penggunaan dana fungsi pendidikan hanya untuk keperluan akademik dan perbaikan fasilitas sekolah.
“Mendesak pemerintah untuk segera menghentikan penggunaan dana fungsi pendidikan untuk program di luar kebutuhan akademik dan sarana prasarana sekolah,” ujar Ubaid.
Data yang dikantonginya menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen bangunan Sekolah Dasar (SD) dalam kondisi rusak. Alih-alih merenovasi sekolah agar aman, anggaran justru dialihkan, sehingga membiarkan jutaan siswa bertaruh nyawa di bawah atap kelas yang rapuh.
Program MBG dalam APBN 2026 menyerap anggaran pendidikan sekitar Rp223,5 triliun hingga Rp268 triliun dari total anggaran pendidikan Rp769 triliun, menjadikannya salah satu alokasi terbesar di bawah Badan Gizi Nasional. (dan)










