INDOPOSCO.ID – Viralnya sebuah video yang menampilkan sosok Amien Rais memantik tanda tanya publik. Bukan hanya karena isi pernyataannya yang kontroversial, tetapi juga karena gaya penyampaiannya yang dinilai janggal.
Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio secara terbuka mengaku meragukan keaslian video tersebut. Ia bahkan menyebut ada sesuatu yang terasa tidak lazim sejak pertama kali menontonnya.
“Saya baru saja menonton video mirip Pak Amien Rais. Saya tonton lagi, saya tonton lagi, kok terasa aneh,” ujar pria yang akrab disapa Hensa itu, seperti dikutip dari akun TikTok pribadinya, Minggu (3/5/2026).
Menurut Hensa, isi pernyataan dalam video itu tidak mencerminkan karakter seorang tokoh senior bangsa. Ia menyoroti gaya komunikasi yang dinilai sarat tudingan tanpa dasar, bahkan cenderung kasar.
“Ini benar Amien Rais, tokoh reformasi, tokoh senior bangsa? Masa bicara dengan tudingan-tudingan tak mendasar seperti ini?” katanya.
Video tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan karena memuat tudingan terkait hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Namun, bagi Hensa, arah komunikasi dalam video itu justru tidak jelas, apakah ditujukan kepada presiden atau kepada Seskab.
Ia menekankan bahwa sebagai figur senior, Amien Rais seharusnya menyampaikan kritik secara lebih konstruktif dan memberi teladan dalam berkomunikasi.
“Sebagai sosok senior bangsa, saya yakin sekali pak Amien Rais tidak akan seperti ini, ia akan memberikan masukan-masukan positif memberikan contoh yang baik,” tutur Hensa.
Lebih jauh, Hensa membuka kemungkinan adanya manipulasi teknologi dalam video tersebut. Ia menyinggung potensi penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin sulit dibedakan dari konten asli.
“Kalau benar ini bukan AI, saya yakin Pak Amien Rais akan meminta maaf agar tidak menimbulkan kegaduhan,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan agar teknologi tidak disalahgunakan untuk menciptakan konten provokatif yang dapat memperkeruh suasana publik—terlebih di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.
“Kita ini sedang sama-sama pusing mencari penghidupan. Jangan ditambah dengan isu-isu liar seperti ini,” ungkap founder lembaga survei KedaiKOPI tersebut.
Di sisi lain, Hensa justru memberikan apresiasi kepada Teddy Indra Wijaya yang memilih tidak merespons video tersebut. Menurutnya, sikap diam itu menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi isu yang belum jelas kebenarannya.
“Sudah benar untuk urusan ini ia tidak reaktif dan tidak memberikan respon apa pun terkait video pak Amien Rais ini, karena akan melanjutkan kegaduhan yang ada ke depannya,” kata Hensa.
Ia menilai, reaksi berlebihan justru berpotensi memperpanjang polemik yang tidak perlu.
“Memang, Amien Rais adalah tokoh nasional, dan biasanya kalau level dia, pastinya pejabat yang dikritik akan reaktif dan cenderung gaduh berdebat,” ujar penulis buku Riah Riuh Komunikasi itu.
“Nah makanya saya bilang, sudah benar untuk tidak direspon, saya apresiasi itu karena sebagai pejabat, sudah seharusnya tahu mana yang perlu direspons dan mana yang tidak,” tambahnya.
Diketahui, sebuah unggahan video dari Amien Rais sempat menyedot perhatian publik setelah memuat pernyataan yang menyinggung relasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dengan judul bernada tegas “JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL” dan durasi sekitar delapan menit.
Namun, jejak digitalnya tidak bertahan lama karena hingga pukul 12.18 WIB video tersebut sudah tak lagi ditemukan di kanal YouTube yang bersangkutan, sehingga memunculkan tanda tanya publik mengenai alasan di balik hilangnya konten yang sempat memicu perhatian luas tersebut. (her)











