INDOPOSCO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi pada April 2026 mencapai 0,13 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka itu mencerminkan kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyatakan, bahwa secara tahun kalender atau year-to-date terjadi inflasi sebesar 1,06 persen. Penyumbang terbesar inflasi bulanan berasal dari kelompok transportasi.
“Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada transportasi dengan inflasi sebesar 0,99 persen dan kelompok transportasi ini memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen,” kata Ateng Hartono secara daring melalui kanal YouTube BPS, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan komoditi yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi, yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen, serta juga bensin dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.
Laju inflasi pada April 2026 juga dipengaruhi oleh peningkatan harga sejumlah komoditas, di antaranya minyak goreng, tomat hingga beras.
“Komoditi lain yang memberikan andil inflasi terutama minyak goreng dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen, tomat dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen, beras serta nasi dengan lauk dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen,” tutur Ateng.
Di samping itu, terdapat komoditas yang masih memberikan andil penurunan harga (deflasi) pada tahun 2026 khususnya bulan April yaitu daging ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,11 persen.
“Emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,09 persen,, cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,06 persen dan juga 0,04 persen,” imbuh Ateng.(dan)











