INDOPOSCO.ID – Polisi mengungkap bahwa sopir taksi Green SM yang diduga menjadi penyebab kecelakaan di Stasiun Bekasi baru bekerja selama beberapa hari. Fakta itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.
“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi Hermanto di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Polisi menyebut sopir tersebut baru bekerja beberapa hari dan hanya mendapatkan pelatihan singkat. “Jadi baru beberapa hari setelah kejadian. Dan melakukan pelatihan selama satu hari,” jelas Budi Hermanto.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan yang dijalani sopir tersebut hanya mencakup pengenalan dasar, seperti cara menghidupkan dan mengoperasikan kendaraan.
“Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” ujar eks Kapolres Blitar itu.
Sopir itu berinisial RRP telah diperiksa di Polres Metro Bekasi pada 28 – 29 April. Pemeriksaan terhadap sopir taksi online itu bertujuan agar urutan kejadian dan siapa yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut menjadi lebih terang.
Kecelakaan yang terjadi pada 27 April itu bermula ketika sebuah taksi listrik Green SM dilaporkan mogok atau mengalami mati mesin tepat di tengah perlintasan sebidang JPL 85 (Ampera) dekat Stasiun Bekasi Timur saat melintas dari arah utara ke selatan.
Taksi yang mogok tersebut tertemper oleh KRL Commuter Line. Insiden itu diduga memicu gangguan pada sistem persinyalan kereta api di area tersebut, yang kemudian berlanjut pada tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Sementara itu, korban meninggal akibat kecelakaan itu mencapai 16 orang. (dan)









