• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Stunting Turun, BRIN Ingatkan Ancaman Gizi dan Bahaya “Tiga Beban” pada Anak

Nasuha Editor Nasuha
Rabu, 17 Juni 2026 - 03:41
in Nasional
Anak-Stuntung

Ilustrasi anak dengan stunting. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penurunan angka stunting ternyata belum menjadi alasan untuk bernapas lega. Di balik tren positif tersebut, Indonesia masih menghadapi ancaman serius berupa kekurangan mikronutrien hingga meningkatnya kasus kelebihan berat badan dan obesitas pada anak.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ni Luh Putu Indi Dharmayanti menegaskan, bahwa persoalan gizi di Indonesia kini semakin kompleks. Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak lagi sekadar stunting, melainkan fenomena triple burden of malnutrition atau tiga beban masalah gizi yang terjadi secara bersamaan.

BacaJuga:

Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Minta Daerah Perbanyak Fasilitasi Sertifikasi UMK

Data Tak Sinkron, Kemendiktisaintek Gandeng BPS Benahi Sasaran Bantuan Kuliah Pendidikan Tinggi

Susun Kosa Isyarat Keislaman Nasional, Kemenag Perkuat Layanan Inklusif bagi Komunitas Tuli

“Indonesia menghadapi kondisi ketika stunting, defisiensi mikronutrien, dan kelebihan berat badan terjadi dalam waktu yang sama,” ujar Dharmayanti dalam keterangan, Selasa (16/6/2026).

Indi menjelaskan, dampak gangguan gizi tidak hanya dirasakan pada kesehatan anak saat ini, tetapi juga berpengaruh terhadap prestasi pendidikan, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Karena itu, ia menekankan pentingnya intervensi sejak dini untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Upaya tersebut harus ditopang oleh kebijakan yang berbasis bukti ilmiah dan melibatkan berbagai sektor.

Menurut Indi, sejumlah faktor turut memperumit penanganan masalah gizi di Indonesia. Mulai dari perubahan sistem pangan, urbanisasi, pergeseran pola konsumsi masyarakat, kesenjangan sosial ekonomi, hingga akses layanan kesehatan dan gizi yang belum merata.

“Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Dikatakan dia, BRIN mendorong pemanfaatan hasil-hasil riset terbaru dalam penyusunan kebijakan serta program gizi yang lebih tepat sasaran. Harapannya, berbagai temuan ilmiah tidak berhenti di ruang penelitian, tetapi mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup anak Indonesia.

Ia menambahkan, dengan masih adanya ancaman stunting, kekurangan zat gizi mikro, hingga obesitas, para ahli menilai penanganan masalah gizi harus dilakukan secara menyeluruh. Sebab, masa depan generasi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Sebelumnya, BRIN menggelar webinar internasional bertajuk “From Evidence to Action: Rethinking Nutrition Science for Child Growth” yang digelar Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (11/6/2026) kemarin.(nas)

Tags: anakBRINgizistunting

Berita Terkait.

Muhammad-Aqil-Irham
Nasional

Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Minta Daerah Perbanyak Fasilitasi Sertifikasi UMK

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:02
Brian
Nasional

Data Tak Sinkron, Kemendiktisaintek Gandeng BPS Benahi Sasaran Bantuan Kuliah Pendidikan Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:19
Peragaan
Nasional

Susun Kosa Isyarat Keislaman Nasional, Kemenag Perkuat Layanan Inklusif bagi Komunitas Tuli

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:07
Abdul-Mu'ti
Nasional

Pendidikan Dekatkan Murid dengan Alam, Begini Pesan Mendikdasmen

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:25
Azran
Nasional

DPD: Digitalisasi Jadi Kunci Masa Depan Masyarakat Betawi

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:44
Komisi II DPR Dorong Kajian E-Voting untuk WNI di Luar Negeri
Nasional

Ingatkan Mitra Kerja, Komisi XIII Minta Anggaran 2027 Fokus pada Program Berdampak

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:31

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7107 shares
    Share 2843 Tweet 1777
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.