INDOPOSCO.ID – Penurunan angka stunting ternyata belum menjadi alasan untuk bernapas lega. Di balik tren positif tersebut, Indonesia masih menghadapi ancaman serius berupa kekurangan mikronutrien hingga meningkatnya kasus kelebihan berat badan dan obesitas pada anak.
Kepala Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ni Luh Putu Indi Dharmayanti menegaskan, bahwa persoalan gizi di Indonesia kini semakin kompleks. Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak lagi sekadar stunting, melainkan fenomena triple burden of malnutrition atau tiga beban masalah gizi yang terjadi secara bersamaan.
“Indonesia menghadapi kondisi ketika stunting, defisiensi mikronutrien, dan kelebihan berat badan terjadi dalam waktu yang sama,” ujar Dharmayanti dalam keterangan, Selasa (16/6/2026).
Indi menjelaskan, dampak gangguan gizi tidak hanya dirasakan pada kesehatan anak saat ini, tetapi juga berpengaruh terhadap prestasi pendidikan, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Karena itu, ia menekankan pentingnya intervensi sejak dini untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Upaya tersebut harus ditopang oleh kebijakan yang berbasis bukti ilmiah dan melibatkan berbagai sektor.
Menurut Indi, sejumlah faktor turut memperumit penanganan masalah gizi di Indonesia. Mulai dari perubahan sistem pangan, urbanisasi, pergeseran pola konsumsi masyarakat, kesenjangan sosial ekonomi, hingga akses layanan kesehatan dan gizi yang belum merata.
“Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Dikatakan dia, BRIN mendorong pemanfaatan hasil-hasil riset terbaru dalam penyusunan kebijakan serta program gizi yang lebih tepat sasaran. Harapannya, berbagai temuan ilmiah tidak berhenti di ruang penelitian, tetapi mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup anak Indonesia.
Ia menambahkan, dengan masih adanya ancaman stunting, kekurangan zat gizi mikro, hingga obesitas, para ahli menilai penanganan masalah gizi harus dilakukan secara menyeluruh. Sebab, masa depan generasi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Sebelumnya, BRIN menggelar webinar internasional bertajuk “From Evidence to Action: Rethinking Nutrition Science for Child Growth” yang digelar Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (11/6/2026) kemarin.(nas)











