• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Komisi III DPR RI Minta Polda DIY Usut Tuntas Kekerasan di Daycare Yogya

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 27 April 2026 - 01:44
in Nusantara
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi III DPR RI meminta Polda DI Yogyakarta mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kasus tersebut dinilai sebagai tindakan kejam yang tidak dapat ditoleransi.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sahroni, meminta agar Kapolda DI Yogyakarta memberikan perhatian penuh terhadap penanganan perkara tersebut dan segera mengamankan seluruh pihak yang diduga terlibat.

BacaJuga:

PHI Asah Kepemimpinan ASN Tabalong, Dorong Lahirnya Pemimpin Transformasional untuk Pembangunan Daerah

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

“Ini benar-benar kebiadaban yang tidak bisa dimaafkan. Saya minta Kapolda DI Yogyakarta memberikan atensi penuh atas kasus ini dan mengamankan semua pihak yang terlibat, dari pimpinan hingga pengasuh yang diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan,” ujar Sahroni dalam keterangan, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, penyelidikan harus menyasar seluruh pihak yang berkaitan dengan pengelolaan daycare, termasuk yayasan yang menaunginya. Sahroni menyebut beredar informasi bahwa pimpinan yayasan tersebut merupakan seorang aparat penegak hukum.

Sebagai mitra kerja aparat penegak hukum, Komisi III menegaskan tidak boleh ada perlakuan khusus apabila informasi tersebut benar. Sahroni meminta Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung mengambil tindakan tegas jika terbukti ada pelanggaran etik maupun pidana.

“Kalau benar pimpinan yayasannya seorang hakim aktif, saya minta Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung memproses secara etik dan memberhentikan yang bersangkutan. Polisi juga harus lanjutkan proses pidananya. Tidak ada kata maaf,” tegasnya.

Selain penindakan hukum, Komisi III juga mendorong kepolisian, khususnya melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), untuk meningkatkan pengawasan terhadap operasional daycare yang kian menjamur, terutama terkait aspek perizinan.

Sahroni menyoroti bahwa Daycare Little Aresha diduga tidak memiliki izin operasional. Ia menilai pengawasan ketat diperlukan guna mencegah kasus serupa terulang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 53 anak usia 0 tahun hingga balita yang dititipkan di Daycare Little Aresha diduga menjadi korban kekerasan. Pihak kepolisian menyatakan jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses pendalaman yang terus berlangsung. (nas)

Tags: Daycare YogyaDPR RIKomisi III

Berita Terkait.

Strategis dan Berkelanjutan, Pullman Jakarta Central Park Tawarkan Pengalaman MICE Kelas Dunia
Nusantara

PHI Asah Kepemimpinan ASN Tabalong, Dorong Lahirnya Pemimpin Transformasional untuk Pembangunan Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:05
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:33
LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi
Nusantara

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:05
Andra-Soni
Nusantara

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:48
karhutla
Nusantara

Karhutla Mengganas di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Siaga Penuh Awasi Daerah Rawan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:11
gempa
Nusantara

Gempa M 7,7 Sulut, 1.160 Warga Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5316 shares
    Share 2126 Tweet 1329
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1544 shares
    Share 618 Tweet 386
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    991 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1542 shares
    Share 617 Tweet 386
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.