INDOPOSCO.ID – Komitmen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dalam mendukung pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui kontribusi sektor energi, tetapi juga melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. Bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong, PHI menggelar sesi Upskilling Leadership Development bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN) untuk mencetak pemimpin transformasional yang siap menghadapi tantangan pembangunan masa depan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, pada Minggu (10/6/2026) tersebut diikuti oleh para pejabat pemerintah daerah mulai dari Sekretaris Daerah, para asisten, kepala dinas, hingga pejabat eselon II dan III. Program ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan birokrasi sekaligus mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Bupati Tabalong H.M. Noor Rifani menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan telah memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi Pemkab Tabalong dan perusahaan memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan potensi desa-desa, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan perekonomian masyarakat di wilayah Tabalong,” ujarnya.
Rifani menjelaskan pemerintah daerah saat ini tengah menjalankan berbagai program prioritas di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pengembangan SDM. Karena itu, kemitraan dengan sektor swasta, termasuk industri hulu migas, menjadi faktor penting untuk mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan perusahaan akan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri General Manager Zona 9 Dadang Soewargono serta Field Manager Pertamina EP (PEP) Tanjung Field Charlie P. Nainggolan. Dalam kesempatan tersebut, Charlie menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tabalong atas dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin dalam menjaga keberlanjutan operasi hulu migas di wilayah tersebut.
“Kami berharap, melalui agenda ini kita semua dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan Pertamina dan juga keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam membangun wilayah ini,” ungkapnya.
Mengusung tema “Membangun Sikap dan Perilaku Kepemimpinan Transformasional”, sesi pengembangan kepemimpinan berlangsung selama sekitar dua setengah jam dan dibawakan secara interaktif oleh Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, yang juga dikenal memiliki pengalaman panjang sebagai leadership coach.
Dalam paparannya, Dony menekankan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi, termasuk institusi pemerintahan. Menurutnya, seorang pemimpin memiliki pengaruh besar terhadap budaya kerja, produktivitas, hingga pencapaian visi organisasi.
“Satu orang top leader bisa memengaruhi seluruh organisasi, baik secara positif maupun negatif. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan kepemimpinan yang efektif dengan mengembangkan sikap dan perilaku kepemimpinan yang diperlukan,” jelasnya.
Dony menilai model kepemimpinan transformasional menjadi semakin relevan di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat. Pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengelola organisasi, tetapi juga menginspirasi, memotivasi, dan mengembangkan potensi setiap individu untuk mencapai tujuan bersama.
“Kepemimpinan transformasional adalah kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi individu mencapai visi bersama melalui pengembangan kapasitas diri yang maksimal. Jika kepemimpinan ini terwujud dan dijalankan, para ASN akan tumbuh menjadi profesional yang sanggup menghadapi tantangan masa depan sebagai pemimpin di pemerintahan,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi berlangsung. Para peserta aktif membahas tantangan kepemimpinan di lingkungan birokrasi, strategi membangun budaya kerja yang adaptif, hingga cara meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui program ini, PHI berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan aparatur pemerintahan yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Di sisi lain, penguatan kapasitas kepemimpinan ASN juga diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan sekaligus mendukung sinergi jangka panjang antara pemerintah daerah dan sektor industri.
“Penting bagi setiap pimpinan di pemerintahan untuk terus melatih dan mengembangkan sikap dan perilaku kepemimpinan transformasional sehingga dapat menghasilkan kinerja pemerintah yang unggul dalam melayani masyarakat dan membangun wilayahnya,” pungkas Dony. (srv)










