INDOPOSCO.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Kartini di TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) Kemendukbangga/BKKBN dengan tema Cinta Lingkungan pada Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan praktik pembiasaan perilaku cinta lingkungan sejak usia dini ini juga merupakan bentuk implementasi dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upaya membangun budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan dimulai dari keluarga.
“Dimulai dengan kegiatan sederhana seperti mewarnai kipas dengan gambar Ibu Kartini, mudah-mudahan ini juga bisa menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan Raden Adjeng Kartini (RA Kartini) sebagai pahlawan Indonesia yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Nantinya juga para pengasuh bisa menceritakan kepada anak-anak dengan bahasa untuk anak-anak bagaimana perjuangan RA Kartini, dan bagaimana anak-anak baik perempuan maupun laki-laki bisa sama-sama mendorong perempuan agar bisa terus berdaya dan berkarya demi memajukan bangsa,” ujar Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, saat menerima kunjungan anak-anak TAMASYA Kemendukbangga/BKKBN sebagai bagian dari kegiatan Peringatan Hari Kartini.
Isyana pun mengingatkan bahwa saat ini telah banyak perempuan-perempuan Indonesia yang bisa berkiprah di dunia publik dan tetap menjalankan peran mereka di rumah, termasuk para perempuan yang ada di Kemendukbangga/BKKBN, seperti para kader dan PKB (Penyuluh Keluarga Berencana)/PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana), yang mayoritas adalah perempuan.
Menurutnya, semua berperan penting dalam membangun dan mengedukasi bangsa sehingga masyarakat dan keluarga Indonesia dapat tumbuh dengan lebih sehat, cerdas, dan bisa menjadi generasi unggul, generasi emas di tahun 2045.
Dalam kunjungan tersebut, anak-anak TAMASYA Kemendukbangga/BKKBN yang berjumlah 17 orang dan berusia sekitar 3 – 5 tahun turut memberikan prakarya kepada Isyana berupa kipas bergambar RA Kartini yang diwarnai dan dibuat dari bahan-bahan daur ulang seperti koran bekas. Selain itu, Isyana juga bercengkerama dengan anak-anak dan membagikan bingkisan berisi peralatan mewarnai.(ney)










