INDOPOSCO.ID – Masa depan ketahanan pangan, kelestarian laut, hingga kualitas hidup masyarakat Indonesia dinilai sangat bergantung pada kemampuan generasi muda dalam memahami dan menjaga lingkungan. Karena itu, dunia pendidikan dituntut menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata, agar peserta didik mampu menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan masa depan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, pendidikan harus mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya sesuai arah pembangunan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.
Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, spiritual, serta kepedulian terhadap lingkungan. “Pendidikan harus mendekatkan murid-murid dengan alam di mana mereka berada,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Selasa (16/6/2026).
“Kita harus memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia yang mampu hidup di dunia, tetapi juga manusia yang mampu menjaga dunia,” sambung Mu’ti.
Ia menjelaskan, visi tersebut sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Karena itu, Kemendikdasmen terus memperkuat berbagai program pembelajaran yang mendorong peserta didik lebih dekat dengan lingkungan dan realitas kehidupan sehari-hari.
“Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini memungkinkan murid belajar secara reflektif, kontekstual, dan bermakna melalui pengalaman nyata,” terangnya.
Dalam konsep tersebut, masih ujar dia, alam tidak hanya menjadi objek yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga berfungsi sebagai ruang belajar yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.
Mu’ti menilai, pendekatan tersebut penting untuk membangun karakter generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan global.
Selain itu, penguatan pendidikan pembangunan berkelanjutan juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
“Dengan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan nyata, murid tidak hanya memahami persoalan yang ada, tetapi juga terdorong untuk berkontribusi dalam mencari solusi bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.(nas)











