INDOPOSCO.ID – Momentum Hari Bumi Sedunia kembali menjadi pengingat pentingnya aksi nyata menghadapi krisis lingkungan global yang kian meningkat. Data United Nations Environment Programme (UNEP) menunjukkan emisi gas rumah kaca global pada 2024 mencapai 57,7 GtCO₂e, naik 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara volume sampah dunia diproyeksikan melonjak hingga 3,8 miliar ton pada 2050.
Di tengah tantangan tersebut, SCG Indonesia menegaskan komitmennya melalui berbagai aksi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) sepanjang kuartal pertama 2026. Inisiatif ini sejalan dengan tema Hari Bumi tahun ini, “Our Power, Our Planet,” yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Dalam periode awal tahun ini, SCG menjalankan berbagai program yang menyasar lingkungan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui program Sharing the Dream, yang mendorong generasi muda menciptakan solusi berbasis komunitas.
Pada Minggu (26/1/2026), proyek ekowisata berbasis masyarakat di Desa Sukawening, Ciwidey, resmi diserahkan dengan melibatkan puluhan pemuda dalam pengembangan ekonomi lokal berkelanjutan.
Di sektor lingkungan, SCG memperluas program SCG Mentari di Sukabumi. Melalui kegiatan yang diresmikan pada Minggu (19/1/2026), ratusan warga terlibat dalam pengelolaan sampah berbasis insentif. Hingga kini, program tersebut telah mengelola lebih dari 7 ton sampah dan melibatkan lebih dari 1.000 partisipan di lima desa.
Tak hanya itu, melalui berbagai anak usaha, SCG juga menunjukkan kepedulian sosial, seperti penyediaan sarana air bersih bagi korban bencana, donasi material pembangunan, hingga dukungan renovasi sekolah terdampak bencana di Sumatera.
Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan industri. Pada Rabu (12/2/2026), anak usaha SCG meraih penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai Pemberi Kerja Badan Usaha Terbaik atas kontribusinya dalam perlindungan pekerja, termasuk kelompok rentan.
SCG juga memperkuat kampanye keberlanjutan melalui peluncuran video digital “On Green, On Goal”. Kampanye ini menggunakan analogi olahraga golf untuk menggambarkan perjalanan menuju target Net Zero Emissions 2050, di mana setiap langkah membutuhkan strategi dan presisi dalam menekan emisi karbon.
President Director SCG Indonesia, Pattaraphon Charttongkum, menegaskan bahwa keberlanjutan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja.
“Melalui kolaborasi, percepatan aksi, dan transformasi berkelanjutan, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, SCG menunjukkan bahwa implementasi ESG bukan sekadar komitmen, melainkan aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya global menuju ekonomi rendah karbon. (srv)










