INDOPOSCO.ID – Universitas Darunnajah Jakarta dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama akademik. Penandatanganan berlangsung di Ruang Senat UIT Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026), dan menandai penguatan sinergi dua perguruan tinggi yang sama-sama berakar dari tradisi pondok pesantren.
Rombongan Universitas Darunnajah dipimpin langsung Presiden (Rektor) Universitas Darunnajah, Assoc. Prof. KH Dr. Sofwan Manaf, M.Si. Ia didampingi Wakil Rektor Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, dosen Universitas Darunnajah Dr. Rizma Ilfi, beserta delegasi dari Jakarta.
Sementara dari pihak tuan rumah, hadir Rektor UIT Lirboyo Kediri Dr. KH Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., bersama jajaran wakil rektor, Direktur Pascasarjana, dan sivitas akademika UIT Lirboyo. Rangkaian acara meliputi pemutaran profil kedua kampus, sambutan pimpinan, penandatanganan naskah kerja sama, pertukaran cinderamata, dan ditutup dengan doa.
Dalam sambutannya, KH Sofwan Manaf menyatakan kunjungan ke Lirboyo diniatkan sebagai silaturahmi sekaligus ikhtiar mencari keberkahan dan masukan dalam mengembangkan dakwah serta pendidikan tinggi berbasis pesantren.
“Niat kami hadir di Universitas Islam Tribakti ini adalah silaturahmi dan mencari keberkahan. Kami datang untuk belajar,” kata KH Sofwan Manaf.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor itu menuturkan, Pendidikan Tinggi Darunnajah dibangun sejak 1986 sebagai IAID resmi dalam bentuk Universitas Darunnajah pada 2022 melalui penggabungan sejumlah sekolah tinggi di bawah Yayasan Darunnajah. Ia juga mengisahkan perjalanan panjang aset wakaf Darunnajah yang beberapa kali terdampak penggusuran, namun tetap terlindungi sejak berlakunya Undang-Undang Wakaf pada 2004.
Menurut KH Sofwan Manaf, jaringan Darunnajah kini meliputi 23 kampus pesantren yang tersebar dari Jakarta, Bogor, Serang, hingga Dumai dan Pekanbaru, dengan tanah wakaf produktif seluas sekitar 1.228 hektare. Sebagian besar lahan dikelola lewat agrobisnis sebagai penopang kemandirian lembaga. Ia berharap kerja sama dengan UIT Lirboyo membuka kolaborasi konkret, termasuk di bidang ekonomi bisnis dan lainnya.
“Mudah-mudahan semuanya membawa keberkahan dan kemajuan untuk agama serta umat Islam,” ujarnya. Ia turut mengundang pimpinan UIT Lirboyo berkunjung ke kampus Darunnajah di Jakarta.
Di sisi lain, Rektor UIT Lirboyo Dr. KH Reza Ahmad Zahid menegaskan UIT merupakan perguruan tinggi yang berafiliasi langsung dengan Pondok Pesantren Lirboyo, dengan moto “Dari Pesantren untuk Bangsa”. Ia menyebut lebih dari 80 persen mahasiswa UIT berlatar belakang pesantren, dan setiap calon wisudawan wajib melewati ujian komprehensif termasuk membaca kitab kuning tanpa harakat serta penguasaan wawasan Ahlussunnah wal Jamaah.
Reza menjelaskan, kampus yang berdiri sejak 1966 itu sempat berubah status menjadi institut pada 1985, sebelum kembali menjadi universitas pada 22 Desember 2021 dengan nama Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Saat ini UIT mengelola 17 program studi dan rutin mengirim dosen serta lulusannya ke luar negeri—antara lain Inggris, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand untuk berdakwah dan mengajarkan ilmu agama.
“Kami hanya meneruskan tradisi dan budaya para leluhur kami,” kata Reza. Ia mengapresiasi kunjungan Darunnajah dan berharap silaturahmi itu menjadi pemantik semangat kemajuan UIT Lirboyo.
Kedua institusi sepakat menindaklanjuti MoU dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih operasional, meliputi pengembangan akademik, riset, dakwah, hingga internasionalisasi.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo menegaskan komitmen bersama menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang kompetitif, berakar pada nilai kepesantrenan, dan relevan dengan kebutuhan zaman.(srv)










