INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, penguatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga menanamkan etika dan keadaban dalam pemanfaatannya.
Menurut Mu’ti, para menteri pendidikan ASEAN menyepakati penguatan kerja sama di bidang pemerataan pendidikan, pendidikan inklusif, serta pemanfaatan AI di lingkungan sekolah. Kesepakatan tersebut juga menekankan pentingnya pendidikan etika dalam penggunaan AI sejak dini.
“Yang disepakati adalah bagaimana mengajarkan anak-anak menggunakan AI, etika atau keadaban dalam penggunaan AI, bahkan mengembangkan gagasan beyond AI,” ujar Abdul Mu’ti saat hadir dalam 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) di Singapura, Senin (27/7/2026).
Dia menjelaskan, penguatan AI dan koding merupakan bagian dari transformasi pendidikan nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kompetensi digital peserta didik. Kebijakan tersebut telah diimplementasikan melalui pendekatan Deep Learning dalam proses pembelajaran.
Saat ini, AI dan koding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas V sekolah dasar. Pemerintah juga terus meningkatkan kompetensi guru serta melengkapi sarana dan prasarana pendukung agar pembelajaran dapat berjalan optimal.
Abdul Mu’ti juga mengatakan, setelah kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur terpenuhi, AI dan koding akan ditingkatkan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah.
“Ke depan, ketika sumber daya manusia dan sarana prasarana sudah siap, AI akan kami jadikan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah di Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan AI dan koding merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi secara kreatif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (nas)


















