INDOPOSCO.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching Clinic dalam ajang Borobudur Expo 2026 di Alun-alun Kota Magelang, 17 hingga 20 September 2026.
Langkah “jemput bola” ini dilakukan untuk mendekatkan akses pembiayaan pemerintah bagi koperasi dan pelaku usaha di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.
Melalui layanan konsultasi ini, para pengurus koperasi dan pelaku usaha dapat berkonsultasi langsung mengenai skema pinjaman dana bergulir, persyaratan, hingga peluang pemanfaatannya.
Kehadiran LPDB Koperasi menjadi momentum penting untuk memperkuat potensi ekonomi daerah berbasis UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi harus menjadi wadah utama penguatan UMKM dan ekonomi kreatif. Dengan memiliki badan usaha resmi berbentuk koperasi, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan, inkubasi, sekaligus akses pembiayaan dari pemerintah.
”Kalau sudah ada koperasinya, kami Kementerian Koperasi bisa mendampingi, bisa menginkubasi, bahkan bisa membiayai karena sudah badan usaha. Kami juga punya LPDB Koperasi yang memang khusus untuk membiayai koperasi,” kata Menkop Ferry Juliantono saat membuka Borobudur Expo 2026 di Alun-alun Kota Magelang, Kamis (17/9/2026).
Menkop Ferry bersama Sekda Provinsi Jawa Tengah dan Wali Kota Magelang juga meninjau langsung booth Coaching Clinic LPDB Koperasi usai seremoni pembukaan. Kunjungan tersebut mendiskusikan percepatan penyaluran pembiayaan bagi koperasi di kawasan penyangga Borobudur dan wilayah Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung).
Ia bahkan menantang para kepala daerah untuk segera melakukan kurasi terhadap UMKM berpotensi agar ditransformasikan menjadi koperasi. Pemkot Magelang, Pemkot Pekalongan, dan Pemkab Temanggung didorong segera menggelar pelatihan serta pengelompokan usaha produktif.
”Saya tantang Wali Kota Magelang, Wali Kota Pekalongan, dan Bupati Temanggung untuk secepat mungkin membuat pelatihan-pelatihan. Nanti dikurasi dari masing-masing kota dan kabupatennya, mana UMKM yang sudah bisa didorong untuk membentuk koperasi,” tegas Ferry.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyambut positif sinergi ini. Mengingat keterbatasan sumber daya alam di Kota Magelang, keberadaan jaringan pembiayaan dan ekosistem koperasi dianggap mampu mendongkrak aktivitas ekonomi lokal secara berkelanjutan pasca-event.
”Kami berharap ada kemanfaatan ekonomi dan kerja sama baru yang terbentuk. Ada produk yang mendapatkan pasar baru, UMKM menemukan mitra baru, koperasi menemukan peluang baru, dan tentunya investor melihat potensi baru,” ujar Damar. (srv)














