INDOPOSCO.ID – Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat pemberdayaan serta pengembangan ekosistem koperasi di Indonesia. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di kantor Kemenkop, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Melalui kolaborasi ini, Kemenkop memfokuskan penguatan ekonomi berbasis rumah ibadah, khususnya pemberdayaan koperasi berbasis masjid.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyambut positif komitmen PP Muhammadiyah dalam mendorong pertumbuhan koperasi masjid. Ia berharap langkah ini mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat luas.
”Kami menyambut baik komitmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk bersama-sama mendorong koperasi berbasis masjid agar dapat tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Menkop.
Ferry menjelaskan, konsep penguatan ekonomi rumah ibadah ini mengadopsi keberhasilan koperasi di lingkungan pondok pesantren. Model bisnis tersebut terbukti ampuh menjadi penopang utama kegiatan ekonomi komunitas lokal.
”Kita akan dorong memiliki badan usaha koperasi juga. Diharapkan ini bisa menjadi awal yang baik untuk menorehkan sejarah perkembangan koperasi yang lebih modern dan profesional ke depan,” tuturnya.
Di sisi lain, kerja sama dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan difokuskan pada penyediaan data, pemetaan sektor usaha, serta perluasan akses permodalan bagi koperasi.
”Utusan Khusus Presiden kami harapkan dapat memperkuat koordinasi dengan lembaga keuangan dan pemangku kepentingan, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan koperasi,” jelas Ferry.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Quantum Akhyar, Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyebutkan ada sekitar 12.000 masjid di bawah jaringan Majelis Tabligh Muhammadiyah yang siap menjadi basis pengembangan ekonomi jemaah.
”Ada 12.000 masjid di bawah Majelis Tabligh, dan seluruh jamaahnya riil. Database-nya terkumpul dalam satu sistem digital. Orangnya ada, tempatnya ada, dan sistemnya sudah siap,” pungkas UAH. (srv)















