INDOPOSCO.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan bersertifikasi global melalui gelaran Wisuda Nasional Pendidikan Tinggi Vokasi di Lingkup Satuan Pendidikan KKP yang berlangsung secara hybrid pada Selasa (28/7/2026).
Sebanyak 1.853 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan vokasi kelautan dan perikanan resmi dilantik dalam prosesi wisuda Taruna/Taruni Pendidikan Tinggi Vokasi KKP angkatan 58. Melalui program ini, KKP menegaskan keberpihakannya pada anak-anak pelaku utama perikanan seperti nelayan, pembudi daya ikan, pengolah, pemasar perikanan, hingga petambak garam guna memperluas akses pendidikan berkualitas demi mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP, I Nyoman Radiarta, menyampaikan bahwa lulusan vokasi KKP tidak hanya dibekali keahlian akademis, tetapi juga sertifikasi kompetensi berstandar nasional dan internasional.
”Wisuda nasional tahun ini diikuti oleh 1.853 wisudawan dan wisudawati yang dilaksanakan secara hybrid. Sebelum dilantik, para lulusan telah dibekali berbagai sertifikasi penting, seperti Basic Safety Training for Fisheries (BSTF), Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), Cara Pembudidayaan Ikan yang Baik (CPIB), Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB), sertifikat pembesaran dan pemuliaan ikan, hingga Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP),” ujar Nyoman dalam laporannya.
Nyoman menegaskan, pembekalan sertifikasi ini bertujuan menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat global. Bahkan, dampak nyata dari kualitas pendidikan ini sudah terlihat dari penyerapan lulusan sebelum mereka resmi diwisuda.
”Dapat kami laporkan bahwa dari 1.853 wisudawan, sebanyak 403 orang di antaranya telah terserap langsung dan bekerja di dunia usaha maupun dunia industri,” jelasnya.
Prosesi pengukuhan lulusan taruna-taruni angkatan 58 / 2026 dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan. Dalam sambutannya, Wamen KKP secara resmi melantik seluruh wisudawan dari berbagai tingkatan program studi se Indonesia.
”Pada tahun 2026 ini, saya mengukuhkan lulusan pendidikan tinggi vokasi kelautan dan perikanan sejumlah 1.853 orang. Lulusan ini terdiri dari 15 orang Magister Terapan Perikanan, 650 orang Sarjana Terapan Perikanan, 1.157 orang Ahli Madya Perikanan, dan 31 orang Ahli Pratama Perikanan, dengan segala hak dan kewajiban yang melekat padanya,” ungkap Wamen KKP.
Dalam amanatnya, Wamen KKP menekankan peran strategis para lulusan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan dunia. Sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan garis pantai sepanjang 108 ribu kilometer, Indonesia memiliki potensi kelautan yang luar biasa besar namun juga penuh tantangan.
”Sektor kelautan dan perikanan adalah pilar utama untuk menjamin suatu negara memiliki ketahanan pangan yang kuat, sekaligus menjadi bagian dari ketahanan pangan dunia. Mengingat lebih dari 3 miliar populasi manusia di bumi bergantung pada sumber daya laut, maka pandangan dan pengabdian kita terhadap kelautan dan perikanan harus dilakukan secara mendalam,” tegas Wamen.
Ia juga mengingatkan momentum penting pada 21 Juli 2026 lalu, saat KKP meluncurkan inisiatif Ocean Institute of Indonesia (OII) sebagai tonggak transformasi pendidikan kelautan. Kehadiran OII tidak hanya berfungsi mendidik, tetapi juga mengevaluasi dan menjadi wadah penyuluhan yang terintegrasi dengan kegiatan ekonomi pesisir.
Menutup arahannya, Didit memberikan tiga pesan mendasar dan motivasi mendalam bagi para lulusan yang akan mengabdi di tengah masyarakat:
* Inovasi dan Kolaborasi: Para wisudawan diharapkan membawa alat dan sistem baru yang mampu dikolaborasikan dengan kegiatan ekonomi masyarakat pesisir maupun program strategis KKP.
* Integritas dan Kejujuran: “Jagalah integritas untuk menambah wawasan, dan pegang teguh kejujuran untuk menjaga kepercayaan,” pesannya.
* Menjadi Agen Perubahan: Para lulusan diminta tidak hanya mencari kerja, tetapi juga berani membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi pelaku usaha ekonomi di wilayah pesisir hingga perbukitan.
”Para wisudawan adalah agen masa depan. Bukalah lapangan pekerjaan baru. Jangan mudah mengeluh, jangan mudah mengeluh! Selamat melangkah menuju jalan pengabdian, jadilah kebanggaan almamater Kementerian Kelautan dan Perikanan serta bangsa Indonesia,” pungkas Didit.(ney)


















