• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kejadian Toko Mama Khas Banjar Jadi Pelajaran Pentingnya Kolaborasi Kebijakan UMKM

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 21 April 2026 - 16:06
in Ekonomi
Maman

Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (20/4/2026). Foto: Kementerian UMKM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM sebagai fondasi ekonomi masa depan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum.

“Pendekatan terpadu ini dinilai krusial untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu melindungi dan memberdayakan pengusaha UMKM secara berkelanjutan,” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengingatkan kembali kasus yang dialami Toko Mama Khas Banjar pada akhir 2024.

BacaJuga:

Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Hadirkan Strategi Diversifikasi Melalui Investasi Syariah

71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN NP Dorong Inovasi Jadi Solusi Lingkungan dan Sosial

NHM Perkuat Persiapan Audit Lingkungan melalui Tahapan Pra-Audit

“Kasus Mama Khas Banjar menunjukkan adanya perhatian seluruh pemangku kepentingan terhadap UMKM di Banjarbaru. Namun, ketika orkestrasi antarinstansi belum berjalan selaras, hal ini dapat berpotensi menyebabkan ketidaktepatan dalam penempatan kebijakan,” kata Menteri Maman di hadapan ratusan warga dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (20/4/2026).

Menurut Menteri Maman, kasus Mama Khas Banjar menjadi cerminan bahwa perhatian para pemangku kepentingan terhadap UMKM sudah tinggi. Namun, tanpa orkestrasi kebijakan yang selaras antarinstansi, niat baik tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan dalam implementasi kebijakan.

Dalam kasus tersebut, pemilik Toko Mama Khas Banjar, Firly Nurachim, sempat menghadapi tuntutan terkait dugaan pelanggaran label kedaluwarsa produk. Dalam prosesnya, perkara tersebut diputuskan sebagai pelanggaran administratif, bukan tindak pidana. Setelah melalui proses hukum, toko oleh-oleh tersebut kembali beroperasi pada Juni 2025.

Menteri Maman menekankan bahwa kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum tidak dapat berjalan secara terpisah. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang adil, proporsional, dan berpihak pada penguatan ekonomi rakyat.

Ia menambahkan, ketika kolaborasi dibangun dengan baik, pengalaman seperti yang dialami Mama Khas Banjar dapat menjadi simbol kehadiran negara yang tidak hanya mengatur, tetapi juga melindungi dan mendorong kemajuan pengusaha UMKM.

“Dengan kolaborasi yang baik, peristiwa Mama Khas Banjar dapat menjadi simbol bahwa ketika UMKM dikelola dengan pendekatan yang tepat, disertai keseriusan seluruh pemangku kepentingan, maka kemajuan UMKM akan semakin kuat,” katanya.

Selain itu, Kementerian UMKM juga terus mendorong terciptanya keseimbangan ekonomi melalui pengurangan kesenjangan antara pengusaha UMKM dan usaha besar. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial di seluruh Indonesia.

Menteri Maman menjelaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan berbagai skema pembiayaan bagi UMKM melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun perbankan swasta. Namun demikian, efektivitas pembiayaan tersebut dinilai belum optimal apabila pasar domestik masih dibanjiri oleh produk impor ilegal yang melemahkan daya saing UMKM lokal.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah, dinas terkait, aparat penegak hukum, serta sektor perbankan untuk bersama-sama menjaga pasar dalam negeri dari peredaran barang ilegal. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi pengusaha UMKM di dalam negeri.

“Daerah yang maju akan menjadi etalase bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri UMKM Bidang Pembiayaan dan Skema UMKM, Faisal Anwar, menekankan bahwa setiap daerah memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat. Kota-kota administratif, termasuk Banjarbaru, diharapkan mampu menjadikan UMKM sebagai pilar utama ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Faisal menjelaskan bahwa kasus Mama Khas Banjar memberikan pelajaran penting mengenai perlunya pendampingan legalitas serta peningkatan kualitas produk bagi pengusaha UMKM. Dengan pendampingan yang tepat, pengusaha UMKM dapat terhindar dari risiko hukum sekaligus meningkatkan daya saing.

Ia juga menekankan model kolaborasi lintas sektor yang tercermin dalam penanganan kasus tersebut perlu direplikasi secara nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, dan komunitas diyakini mampu mempercepat pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian.

“Pengalaman yang dialami Firly menjadi pelajaran penting bahwa penegakan regulasi harus berjalan seiring dengan pembinaan. Negara hadir tidak hanya untuk mengatur, tetapi juga memastikan pengusaha UMKM memiliki kapasitas untuk tumbuh dan bersaing,” ujar Faisal.

Lebih lanjut, Faisal menyoroti pentingnya penguatan ekosistem pembiayaan inklusif bagi UMKM. Akses terhadap pembiayaan yang mudah dan terjangkau menjadi faktor krusial dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan usaha, terutama setelah menghadapi tantangan krisis.

Dalam kasus Mama Khas Banjar, operasional usaha sempat terhenti selama proses persidangan. Kementerian UMKM kemudian mengambil langkah proaktif dengan menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dan pihak perbankan. Hasilnya, Mama Khas Banjar memperoleh relaksasi pembayaran pinjaman dari BRI sebagai kreditur.

Langkah tersebut menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan sektor keuangan dapat memberikan solusi nyata bagi keberlangsungan usaha UMKM.

“Kolaborasi dengan perbankan dan sektor swasta harus terus diperkuat agar pengusaha UMKM benar-benar mampu naik kelas dan berdaya saing tinggi,” kata Faisal.

Melalui pendekatan kolaboratif yang terintegrasi, Kementerian UMKM optimistis bahwa penguatan sektor UMKM tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (srv)

Tags: Kementerian UMKMmaman abdurrahmanUMKM

Berita Terkait.

Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Hadirkan Strategi Diversifikasi Melalui Investasi Syariah
Ekonomi

Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Hadirkan Strategi Diversifikasi Melalui Investasi Syariah

Selasa, 22 September 2026 - 16:30
71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN NP Dorong Inovasi Jadi Solusi Lingkungan dan Sosial
Ekonomi

71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN NP Dorong Inovasi Jadi Solusi Lingkungan dan Sosial

Selasa, 22 September 2026 - 15:25
NHM Perkuat Persiapan Audit Lingkungan melalui Tahapan Pra-Audit
Ekonomi

NHM Perkuat Persiapan Audit Lingkungan melalui Tahapan Pra-Audit

Selasa, 22 September 2026 - 15:14
pertamina
Ekonomi

Semester I 2026, Dekarbonisasi Pertamina Capai 118 Persen dari Target Tahunan

Selasa, 22 September 2026 - 13:33
ut
Ekonomi

United Tractors Raih Fortune Indonesia 100 2026, Perkuat Transformasi Bisnis

Selasa, 22 September 2026 - 12:52
bc
Ekonomi

Bea Cukai Bongkar Impor Ilegal Beras, Garam dan Pakaian Bekas Capai Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 - 11:21

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1247 shares
    Share 499 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.