• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KPK Pasca-Revisi: Antara Kekuasaan dan Kehilangan Gigi

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 17 April 2026 - 21:34
in Nasional
Diskusi

Pemerhati intelijen dan militer, Sri Radjasa Chandra (kiri) dan ekonom Anthony Budiawan (kanan) menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “KPK Dilemahkan: Siapa Diuntungkan, Siapa Dikorbankan?” di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Suasana diskusi di Jakarta itu terasa lebih dari sekadar forum biasa, ia menjadi ruang refleksi tentang masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia. Dalam forum yang digelar oleh Forum Jurnalis Merdeka (FJM), perhatian publik tertuju pada satu lembaga yang dulu dikenal paling ditakuti koruptor: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mengusung tema “KPK Dilemahkan: Siapa Diuntungkan, Siapa Dikorbankan?”, diskusi ini menghadirkan sejumlah pandangan kritis dari berbagai perspektif. Pemerhati intelijen dan militer, Sri Radjasa Chandra, menilai perubahan regulasi sejak 2019 telah membawa dampak signifikan terhadap performa lembaga tersebut.

BacaJuga:

Soal Peluang Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak

Ledakan AI Ubah Lanskap Dunia, Wamendiktisaintek Tekankan 3 Peran Kunci Perguruan Tinggi

Bertemu Kadin di Istana, Prabowo: Sinergi Pemerintah dan Pengusaha Kunci Pembangunan

Ia mengingatkan bahwa KPK lahir pada 2002 sebagai respons atas lemahnya penegakan hukum akibat praktik korupsi yang mengakar. Namun, menurutnya, arah itu mulai berubah setelah revisi undang-undang dilakukan.

“Revisi Undang-Undang KPK 2019 membuat lembaga ini melemah,” kata Sri dalam diskusi yang digelar di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Sri juga menyoroti dinamika internal KPK pada periode kepemimpinan Firli Bahuri. Menurutnya, sejumlah kebijakan yang muncul, termasuk penerbitan surat penghentian penyidikan perkara (SP3), menjadi penanda perubahan signifikan dalam mekanisme kerja lembaga tersebut.

Lebih jauh, ia menilai ada ketidakseimbangan dalam penindakan. KPK, kata dia, tampak aktif menangani perkara yang melibatkan jaksa dan hakim, tetapi belum menunjukkan intensitas serupa terhadap institusi kepolisian.

“Ini menimbulkan pertanyaan soal konsistensi,” jelasnya.

Pandangan senada datang dari ekonom Anthony Budiawan yang melihat dampak perubahan KPK tidak hanya pada aspek hukum, tetapi juga pada iklim ekonomi. Ia menilai persepsi publik terhadap KPK kini cenderung bergeser, dari lembaga pembenah sistem menjadi sekadar aparat penindak.

“Situasi ini membuat pelaku usaha khawatir terhadap risiko kriminalisasi,” ucap Anthony.

Anthony juga mengaitkan perubahan ini dengan kebijakan politik pada era pemerintahan Joko Widodo. Ia menilai revisi undang-undang menjadi titik krusial yang mengubah lanskap kewenangan KPK, termasuk dalam hal penerbitan SP3.

“Kondisi ini membuka ruang bagi penyalahgunaan kewenangan yang berdampak pada penggunaan anggaran negara dan meningkatnya risiko ekonomi,” tutupnya.

Diskusi ini pun meninggalkan satu pertanyaan besar: apakah perubahan yang terjadi pada KPK merupakan bentuk pelemahan, atau justru transformasi yang belum sepenuhnya dipahami?

Di tengah berbagai pandangan yang mengemuka, publik kembali dihadapkan pada refleksi mendasar tentang arah pemberantasan korupsi ke depan. (her)

Tags: Anthony BudiawanFirli BahuriFJMKPK

Berita Terkait.

menhut
Nasional

Soal Peluang Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:20
dikti
Nasional

Ledakan AI Ubah Lanskap Dunia, Wamendiktisaintek Tekankan 3 Peran Kunci Perguruan Tinggi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:02
kadin
Nasional

Bertemu Kadin di Istana, Prabowo: Sinergi Pemerintah dan Pengusaha Kunci Pembangunan

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:43
kur
Nasional

Pemerintah Tegaskan KUR Rp100 Juta Bebas Agunan, Segera Lapor Jika Ada Pungli dan Calo

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:22
johny
Nasional

Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:02
perpres
Nasional

Perpres 38/2026 Resmi Berlaku, Satukan Langkah Bangun Ekosistem Kewirausahaan Nasional

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:11

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2025 shares
    Share 810 Tweet 506
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3132 shares
    Share 1253 Tweet 783
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.