INDOPOSCO.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mendorong implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) sekaligus penguatan peran ayah dalam pengasuhan di era digital. Hal ini sebagai respons atas meningkatnya durasi penggunaan internet masyarakat Indonesia yang mencapai rata-rata 7-8 jam per hari. Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan perlindungan anak tetap terjaga di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin masif.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, Rabu (15/4/2026) menegaskan bahwa penguatan regulasi melalui PP TUNAS harus diiringi dengan kesadaran keluarga dalam mengendalikan penggunaan teknologi pada anak.
“Teknologi bisa dibatasi, platform mungkin berikhtiar. Tapi kontrol orang tua harus jadi faktor penting,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat pendukung kehidupan keluarga, bukan justru mengendalikan perilaku anak dalam proses pengasuhan. Dalam konteks pengasuhan di era digital, Menteri Wihaji menekankan bahwa kehadiran orang tua, terutama ayah, menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan psikologis anak. Data menunjukkan sekitar 25 persen anak Indonesia mengalami kondisi fatherless, baik secara fisik maupun emosional. Menjawab tantangan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menginisiasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) guna mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan.
“Wahai para orang tua khususnya ayah, kalian punya anak yang membutuhkan sentuhan psikologis yang berpengaruh terhadap perilaku anak ke depan,” tegasnya.
Dukungan terhadap pentingnya peran ayah juga disampaikan oleh content creator parenting, Ario Pratomo, yang menilai pengasuhan merupakan proses belajar bersama antara orang tua dan anak. “Justru sebagai Bapak tuh kita banyak belajar dari anak, tanpa disadari” ujarnya. Kehadiran figur publik dinilai turut memperluas edukasi pengasuhan positif di ruang digital.
Melalui penguatan implementasi PP TUNAS dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Kemendukbangga/BKKBN terus mendorong terciptanya lingkungan digital yang aman sekaligus memperkuat ketahanan keluarga. Kehadiran ayah dalam pengasuhan diharapkan mampu menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi ibu dan anak, sekaligus menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (ney)










