INDOPOSCO.ID – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan dimulainya kembali pembicaraan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul kebuntuan dalam upaya penyelesaian konflik pada akhir pekan lalu.
Ia berpandangan bahwa solusi militer sudah tidak relevan lagi bagi konflik Timur Tengah, berkaca pada besarnya dampak kehancuran dan penderitaan warga yang terjadi beberapa pekan terakhir.
“Setelah berminggu-minggu terjadi kehancuran dan penderitaan, jelas bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah,” kata Antonio Guterres melalui akun X pribadinya @antonioguterres, Selasa (14/4/2026).
“Saya menyerukan agar pembicaraan dilanjutkan, agar kesepakatan dapat tercapai,” tambahnya.
Dalam upayanya mendorong AS dan Iran kembali ke meja perundingan, Sekjen PBB mengingatkan bahwa gencatan senjata harus tetap solid dan semua pelanggaran harus segera diakhiri.
“Gencatan senjata harus benar-benar dipertahankan. Semua pelanggaran harus dihentikan,” ujar Guterres.
Selain itu, ia mengingatkan pihak-pihak yang terlibat konflik akan pentingnya mematuhi hukum internasional terkait kebebasan navigasi, termasuk di titik krusial seperti Selat Hormuz.
Perundingan maraton selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, antara Amerika Serikat dan Iran yang berakhir pada Minggu (12/4/2026) gagal mencapai kesepakatan. Menanggapi kebuntuan tersebut, Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS memulai blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di Selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026) kemarin. (dan)










