• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bamsoet: ‘No Viral, No Justice’ Peringatan bagi Sistem Hukum Nasional

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 8 Maret 2026 - 07:19
in Nasional
https://img.antaranews.com/cache/800x533/2025/12/27/CF4BFDF6-65F5-4F45-87BF-9EB6A13FBC29.jpeg

https://img.antaranews.com/cache/800x533/2025/12/27/CF4BFDF6-65F5-4F45-87BF-9EB6A13FBC29.jpeg

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo mengingatkan fenomena no viral no justice alias “tidak viral, tidak ada keadilan” merupakan peringatan keras bagi sistem hukum nasional.

Saat memberikan kuliah program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Borobudur Jakarta, Sabtu, dia menyampaikan fenomena yang semakin sering muncul dalam berbagai kasus hukum di Indonesia itu sebagai sinyal kuat adanya persoalan mendasar dalam sistem penegakan hukum nasional.

BacaJuga:

Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan

Wamendiktisaintek Minta Riset Kampus Jawab Persoalan Masyarakat

Curhat SBY di Peluncuran Novel ‘Diana Memang Manja’: Seni Jadi Jalan Pemulihan Batin

“Ungkapan tersebut mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap proses hukum yang dianggap sering bergerak lambat, bahkan terkesan baru berjalan setelah sebuah kasus viral di media sosial dan mendapat tekanan opini publik,” ungkap pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut, seperti dikutip dalam keterangan tertulis.

Padahal, menurutnya, pembaharuan hukum di Indonesia harus menciptakan rasa keadilan masyarakat yang berakar pada konstitusi, nilai-nilai lokal, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ketika masyarakat merasa laporan mereka tidak mendapat respons, kata dia, media sosial akhirnya menjadi ruang alternatif untuk mencari keadilan.

Dengan begitu, dirinya menegaskan situasi tersebut harus dibaca sebagai peringatan bagi negara bahwa kepercayaan publik terhadap proses hukum sedang diuji.

Dosen program studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur tersebut menilai fenomena no viral no justice pada satu sisi memiliki dampak positif karena memperkuat kontrol publik terhadap penegakan hukum.

Dikatakan bahwa media sosial memungkinkan masyarakat mengawasi aparat negara secara langsung, sekaligus mendorong transparansi dalam penanganan perkara.

Namun di sisi lain, lanjutnya, ketergantungan pada viral juga berpotensi menimbulkan persoalan serius bagi prinsip negara hukum.

Sebab, dia menuturkan jika penegakan hukum terlalu dipengaruhi oleh tekanan opini publik, maka proses hukum dapat berubah menjadi semacam trial by social media atau pengadilan oleh media sosial, yang berisiko mengganggu asas praduga tak bersalah dan independensi peradilan.

Untuk itu, Bamsoet menegaskan penegakan hukum tidak boleh bergantung pada seberapa viral sebuah kasus, sehingga hukum harus berjalan berdasarkan fakta, bukti, dan prosedur yang adil.

“Jika keadilan hanya hadir setelah kasus viral, maka akan muncul kesan bahwa hukum bekerja berdasarkan popularitas, bukan profesionalitas,” kata dia.

Dengan demikian, dia menekankan pentingnya menjadikan fenomena no viral no justice sebagai momentum untuk melakukan pembaruan hukum secara menyeluruh, baik dalam aspek struktural, kultural, maupun teknologi.

Reformasi hukum, sambung dia, harus mampu memastikan bahwa setiap laporan masyarakat diproses secara cepat, transparan, dan akuntabel tanpa menunggu tekanan dari media sosial.

Kendati demikian, dia mengingatkan pembaharuan hukum tidak bisa bergantung pada perundang-undangan semata lantaran banyak inovasi hukum yang lahir dari tafsir pengadilan, praktik profesi, maupun gerakan sosial masyarakat.

Disebutkan bahwa fenomena itu sebagai bagian dari dinamika  di mana lembaga peradilan tidak hanya menyelesaikan sengketa, tetapi juga berperan menjaga batas konstitusi dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

“Pembaharuan hukum harus memastikan setiap laporan masyarakat diproses secara transparan dan dapat dipantau,” tutur Bamsoet.

Ke depan, ia berpendapat perlu dikembangkan sistem pelaporan digital yang memungkinkan masyarakat mengetahui perkembangan kasus secara terbuka.

Selain itu, Bamsoet menambahkan, reformasi hukum juga harus memperkuat sistem pengawasan terhadap aparat penegak hukum agar tidak terjadi praktik penegakan hukum yang diskriminatif atau tebang pilih.

Dalam negara hukum modern, dirinya menekankan keadilan harus dapat diakses oleh seluruh warga negara tanpa memandang status sosial, kekuasaan, maupun kemampuan memviralkan sebuah kasus.

Ditegaskan bahwa negara hukum yang sehat merupakan negara di mana masyarakat mendapatkan keadilan tanpa harus memviralkan kasusnya terlebih dahulu.

“Keviralan seharusnya menjadi alat transparansi, bukan syarat untuk mendapatkan keadilan,” kata dia menambahkan. (bro) 

Tags: bambang soesatyoDPR RIFenomena No Viral No Justice

Berita Terkait.

Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Nasional

Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:10
Wamendiktisaintek Minta Riset Kampus Jawab Persoalan Masyarakat
Nasional

Wamendiktisaintek Minta Riset Kampus Jawab Persoalan Masyarakat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:43
Curhat SBY di Peluncuran Novel ‘Diana Memang Manja’: Seni Jadi Jalan Pemulihan Batin
Nasional

Curhat SBY di Peluncuran Novel ‘Diana Memang Manja’: Seni Jadi Jalan Pemulihan Batin

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03
Menag Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Tradisi Pesantren
Nasional

Menag Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Tradisi Pesantren

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:22
Soroti Kehadiran Raffi Ahmad Bersama ‘Mahasiswa’ Gadungan, Andovi da Lopez: Jangan Sembunyi di Balik Ketidaktahuan
Nasional

Pasca-OTT KPK, BNPB Pastikan Pelayanan Bencana Tetap Berjalan Optimal

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:47
Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Kemendukbangga Beri Ruang Bagi Remaja untuk Berani Bersuara
Nasional

Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Kemendukbangga Beri Ruang Bagi Remaja untuk Berani Bersuara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58

OLAHRAGA

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada
Olahraga

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39

INDOPOSCO.ID - Persija Jakarta akan menghadapi Dewa United pada pekan kedelapan di Banten International Stadium (BIS), Serang, Sabtu (31/10/2026), pukul...

SelengkapnyaDetails
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5155 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1141 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    985 shares
    Share 394 Tweet 246
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.