INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) harus segera turun tangan mengatasi krisis air bersih di lokasi bencana alam. Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih melalui gawai, Sabtu (28/2/2026).
Ia menyebut, salah satunya daerah krisis air bersih pascabencana tanah bergerak di Padasari, Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kebutuhan mendesak tersebut ditemukan di area pembangunan hunian sementara (huntara) para korban bencana tanah bergerak.
“Kekurangan air bersih ini kami terima saat meninjau lokasi bencana. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan kurangnya sumber air bersih,” terangnya.
“Atas laporan tersebut, kami langsung menghubungi Kepala BRIN Arif Satria untuk meminta bantuan penyediaan mesin Air Siap Minum (Arsinum),” imbuhnya.
Ia mengatakan, seluruh stok mesin Arsinum saat ini telah dikirim ke Aceh. Sementara untuk wilayah Padasari kini tengah menunggu penyelesaian produksi mesin penjernih air mobile buatan BRIN.
“Inovasi berkapasitas 10.000 liter per hari ini mampu mengolah berbagai jenis air, termasuk air keruh dan berlumpur menjadi air siap minum sesuai standar Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
“Mengingat kebutuhan air bersih tidak bisa ditunda, kami berharap masalah ini segera diatasi. Mesin Arsinum ini sangat fleksibel karena sumber airnya bisa dari mana saja, termasuk memurnikan air sungai yang keruh,” sambung Fikri. (nas)










