INDOPOSCO.ID – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Agita Nurfianti menegaskan, persoalan kesehatan mental di Indonesia sudah berada pada kondisi darurat. Namun belum mendapatkan perhatian dan prioritas kebijakan yang memadai.
Ia menilai, hingga saat ini kesehatan jiwa masih kerap dipandang sebagai isu yang “tidak seksi” secara politik, sehingga kerap terpinggirkan dari agenda pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Negara harus hadir secara utuh. Kesehatan mental bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga soal martabat manusia, produktivitas, dan ketahanan sosial,” ujar Agita dalam keterangan, Rabu (25/2/2026).
“Tanpa dukungan anggaran dan kebijakan yang kuat, kita hanya akan terus memadamkan krisis tanpa menyelesaikan akar masalah,” sambung Agita
Padahal, menurutnya, kesehatan jiwa merupakan sektor penting dalam mewujudkan kesehatan secara menyeluruh, sebab jiwa yang sehat akan sangat mempengaruhi fisik, produktivitas, dan hubungan sosial secara langsung.
“Jiwa yang sehat memungkinkan individu mengelola stres, berpikir jernih, dan beradaptasi dengan tantangan hidup,” ujarnya.
“Pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit fisik,” imbuhnya.
Ia menuturkan, akan merangkum seluruh aspirasi, temuan lapangan dan membawanya ke rapat kerja Komite III DPD RI dengan Kementerian Kesehatan. Ia berharap isu kesehatan mental dapat menjadi prioritas nasional dengan dukungan regulasi yang implementatif dan anggaran yang memadai, baik di tingkat pusat maupun daerah. (nas)










