• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Selain Sekolah dan Orang Tua, Platform Wajib Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 12 Juni 2026 - 21:55
in Nasional
foto

Para peserta seminar berfoto bersama. Foto : ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Selama ini upaya untuk menciptakan ruang digital ramah anak lebih ditekankan pada peningkatan literasi. Beban tanggung jawab terbesar diserahkan pada pengguna, seperti guru di sekolah dan orang tua di rumah.

Padahal, perkembangan digital tidak dapat dikendalikan oleh pengguna. Ruang digital terus berkembang karena itu merupakan bisnis inti (core business) dari penyelenggara platform. Oleh karena itu, gerakan global mengarah pada upaya agar platform turut bertanggung jawab, bukan hanya secara sukarela tetapi wajib.

BacaJuga:

Bukan Sekadar Hujatan di Medsos, Ketua DPR Ingatkan Dampak Cyberbullying pada Anak

Momentum Sumpah Pemuda, Ketum KNPI: Pemuda Indonesia Bersatu Dukung Pemerintahan Prabowo

Wamendagri: Pusat dan Daerah Harus Bergerak Bersama Menuju Indonesia Emas 2045

Hal ini dikemukakan oleh Sekretaris Ditjen Pengawasan Ruang Digital Kemdigi, Mediodecci Lustarini, dalam seminar bertajuk Saring sebelum Sharing di Ruang Multimedia SMP Perguruan Cikini, Jakarta, 4 Juni 2026. Menurut dia, hal itu yang mendorong pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang salah satu tujuannya adalah membuat regulasi bagi penyelenggara platform.

“Dengan adanya PP Tunas, tanggung jawab penyelenggara platform bagi terciptanya ruang digital yang sehat dikodifikasi menjadi kewajiban. Orang tua juga menjadi terbantu. Banyak orang tua yang tidak tahu bahwa mereka dapat megontrol anak dengan teknologi. Karena apa? Karena ada gap antara orang tua dan anak. PP ini kita harapkan dapat menjembatani antara regulasi dan literasi digital,” kata Mediodecci.

Seminar tersebut diselenggarakan oleh 10 mahasiswa program magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina bekerjasama dengan SMP Perguruan Cikini, Jakarta, yang berdiri sejak tahun 1956. Sepuluh mahasiswa yang tergabung dalam kelompok studi Bertunas Digital, itu adalah Alfaddillah, Ammar Mandili Lubis, Dewinta Diah Wismasari, Diaz Ajeng Pradila, Eben Ezer Siadari, Fajar Nur Rohmah, Ridho Ikhsan, Sheila Merista, Suryanto Kurniawan Putra, dan Tajussarofi. Penyelenggaraan seminar merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi sebagai bagian dari kegiatan studi mereka.

Selain Mediodecci, tampil sebagai narasumber dosen Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Dr. Tatik Yuniarti, M.I.Kom dan Alfadillah, ketua kelompok mahasiswa Bertunas Digital. Turut hadir Sekretaris Program Studi Magister Komunikasi Universitas Paramadina, Wahyutama Ph.D, Kepala Sekolah SMP Perguruan Cikini, Sugeng Ependi S.Si, dan Wakil Kepala Sekolah, Zakiyatul Fikriyyah, S. Pd.

Dalam paparannya yang berjudul “Internet Baik, Anak Hebat: Menjadi Generasi Digital yang Kritis dan Beretika,” Mediodecci memperlihatkan penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2025 telah mencapai 80,66 persen dengan sekitar 229,94 juta pengguna. Sekitar 79,73 juta adalah anak Gen Alpha di bawah 13 tahun.

“Anak-anak hari ini hidup di dua ruang sekaligus, yaitu ruang nyata dan ruang digital, dan keduanya sama-sama memengaruhi tumbuh kembang mereka. Karena itu, ruang digital tidak bisa lagi dianggap sekadar tempat hiburan, melainkan ruang hidup anak yang harus dijaga agar tetap aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka,” kata dia.

PP Tunas, menurut dia, menempati posisi sebagai sabuk pengaman, bukan untuk membatasi gerak anak, tetapi untuk menjaga mereka tetap aman saat menggunakan ruang digital. “Tunas dimaknai sebagai ‘Tunggu Anak Siap’, yaitu prinsip bahwa akses anak ke platform digital perlu disesuaikan dengan kesiapan usia dan tingkat risikonya,” kata Mediodecci.

Seminar yang dihadiri oleh 73 siswa kelas VII dan VIII serta 10 guru dan tenaga pendidik dan 10 orang tua, berlangsung dalam suasana akrab. Para siswa antusias, terlihat dari spontanitas mereka menceritakan pengalaman menggunakan ruang digital.

Alfadillah mengatakan berangkat dari pemetaan sosial (social mapping) yang dilakukan terhadap murid SMP Perguruan Cikini, diketahui bahwa murid menghabiskan rata-rata 4–6 jam per hari di dunia digital. “Durasi yang panjang ini menjadikan literasi digital penting agar apa yang mereka lihat dan alami tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga tetap aman dan bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka,” kata dia.

Sementara itu Dr Tatik Yuniarti menekankan bahwa cara cerdas bermedia sosial dimulai dari kemampuan untuk memilih. “Kita perlu lebih selektif dalam menentukan akun yang diikuti, video yang ditonton, informasi yang dipercaya, dan konten yang dibagikan. Jangan mudah percaya pada sesuatu hanya karena sedang viral, banyak ditonton, atau sering muncul di beranda,” kata dia.

Menggunakan media sosial secara cerdas, kata dia, juga berarti mampu mengendalikan diri. “Kita perlu mengatur waktu penggunaan gawai. Jika media sosial mulai mengganggu belajar, waktu istirahat, hubungan dengan keluarga, atau kesehatan mental, berarti kita perlu mengevaluasi cara kita menggunakannya,” lanjut Dr. Tatik.

Seusai seminar Alfadillah menjelaskan berdasarkan hasil pre-test dan pos-test terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, diperoleh hasil yang menggembirakan. “Terjadi peningkatan pemahaman peserta, terutama siswa SMP Perguruan Cikini, terkait literasi digital, risiko dan ancaman di ruang digital, serta prinsip perlindungan anak sesuai amanat PP Tunas,” kata Alfadillah. Selanjutnya, hasil seminar akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi kebijakan serta penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional.

Kepala Sekolah SMP Perguruan Cikini, Sugeng Ependi, S.Si, menyambut positif inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, seminar edukasi ini datang di waktu yang tepat di tengah semakin diperlukannya upaya untuk menumbuhkan kecakapan digital dalam menghadapi berbagai dampak negatif penggunaan internet.

“Kami menyambut baik inisiatif kolaborasi dari mahasiswa Universitas Paramadina. Kami yakin kegiatan ini akan sangat bermanfaat dalam membentuk karakter anak didik kami agar lebih bijak, cerdas, dan beretika dalam menyebarkan maupun menerima informasi di ranah daring,” jelas Sugeng Ependi. (srv)

Tags: Orang TuaplatformRuang Digital Ramah Anaksekolah

Berita Terkait.

anak
Nasional

Bukan Sekadar Hujatan di Medsos, Ketua DPR Ingatkan Dampak Cyberbullying pada Anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:08
knpi
Nasional

Momentum Sumpah Pemuda, Ketum KNPI: Pemuda Indonesia Bersatu Dukung Pemerintahan Prabowo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:37
bima
Nasional

Wamendagri: Pusat dan Daerah Harus Bergerak Bersama Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17
hutan
Nasional

Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:26
mendagri
Nasional

Hari Sumpah Pemuda, Kemendagri Tekankan Generasi Muda Harus Patriotik dan Gigih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:06
Ada Demo di Thamrin Hari Ini, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Situasional
Nasional

UMKM Pascabencana Tak Cukup Pulih, Pemerintah Bidik Produksi hingga Akses Modal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:05

OLAHRAGA

liverpool
Olahraga

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Editor Nasuha
Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

INDOPOSCO.ID – Liverpool bersiap menghadapi Chelsea pada babak 16 besar Carabao Cup 2026/2027 di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB....

SelengkapnyaDetails
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58
Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5114 shares
    Share 2046 Tweet 1279
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1255 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.