INDOPOSCO.ID – Demonstrasi di depan Mapolda DIY sempat berakhir ricuh dan diwarnai perusakan pagar sisi timur Mapolda pada, Selasa (24/2/2026) malam. Meski sempat memanas, situasi berhasil dikendalikan aparat dan kondisi Yogyakarta kini kembali kondusif.
Unjuk rasa itu merupakan bentuk solidaritas dan protes atas kematian seorang pelajar berusia 14 tahun di Tual, Maluku, yang diduga dianiaya oleh anggota Brigade Mobil (Brimob) Kompi 1 Batalyon C Pelopor Brigadir Polisi Dua (Bripda) Masias Victoria Siahaya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kombes Pol Ihsan menyampaikan berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut.
“Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Ihsan dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Terkait jalannya aksi, Ihsan menyayangkan unjuk rasa yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh serta disertai pengrusakan fasilitas.
“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” ucap Ihsan.
Massa mulai berkumpul sejak Selasa sore. Ketegangan meningkat pada malam hari sekitar pukul 18.43 WIB saat massa mulai merobohkan gerbang sisi timur Mapolda, memblokade jalan Ring Road Utara, serta melempari petugas dengan batu dan kembang api.
Dalam demo tersebut, aparat sempat mengamankan tiga mahasiswa. Namun, ketiganya telah diserahkan kembali kepada pihak rektorat pada pukul 22.30 WIB setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kampus.
Petugas mulai membersihkan lokasi dan melakukan pengecatan ulang pada tembok Mapolda yang terdampak aksi. Arus lalu lintas di kawasan Ring Road Utara juga sudah kembali normal. (dan)










