• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menkes: Pendidikan Berbasis RS Atasi Kekurangan Dokter Spesialis

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 5 Februari 2026 - 07:18
in Nasional
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta pada Rabu (4/2/2026). Foto: ANTARA

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta pada Rabu (4/2/2026). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyatakan saat ini pemerintah tengah membuat sistem pendidikan spesialis yang berbasis rumah sakit untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia, utamanya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Yang masih sangat kurang sekarang adalah dokternya. Patologi anatomi itu sangat dibutuhkan di Indonesia, tetapi masih sedikit, jadi susah sekali, itu sebabnya kita sekarang membuat sistem pendidikan spesialis yang berbasis rumah sakit,” katanya saat berbincang bersama para dokter dari RSUD Simeulue, Aceh, pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

BacaJuga:

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Menangkap Pergeseran Dunia

Menkes menegaskan hal tersebut dilakukan agar Indonesia bisa memproduksi lebih banyak dokter spesialis dengan cepat untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau enggak, kasihan, masyarakat kita meninggal karena tidak ada dokter spesialis, terutama di daerah-daerah. Jadi, sistem pendidikan hospital base ini kita bikin dengan memprioritaskan dokter-dokter umum yang mau memiliki spesialis dari daerah-daerah yang tidak punya dokter spesialis tersebut,” paparnya.

Menurut Budi, sistem pendidikan spesialis berbasis rumah sakit tersebut akan mengakselerasi sistem pendidikan kedokteran di daerah.

“Jadi, bagi putra-putri asli daerah tidak harus bayar uang kuliah sepeserpun untuk bisa menjadi dokter spesialis,” tuturnya.

Berdasarkan data Kemenkes, saat ini Indonesia hanya mampu mencetak sekitar 2.700 dokter spesialis per tahun, jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai 32.000 dokter spesialis per tahun.

Akibatnya, layanan kesehatan, terutama dalam menangani penyakit katastropik, seperti stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal, masih belum merata. Pemerintah menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, seluruh rumah sakit di Indonesia, termasuk di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, memiliki tenaga dokter spesialis yang cukup.

Pendidikan dokter spesialis di Indonesia akan semakin mengadopsi standar internasional, dimana calon dokter spesialis akan mendapatkan pendampingan langsung dari konsulen tanpa harus terbebani biaya pendidikan yang tinggi. (ney)

Tags: Budi Gunadi Sadikindokter spesialisKemenkesPendidikan Berbasis RS

Berita Terkait.

komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Nasional

Menangkap Pergeseran Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:06
Meutya Hafid
Nasional

Menkomdigi Soroti Ilusi Algoritma: Linimasa Bukan Gambaran Utuh Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:04
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:47
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:21

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5083 shares
    Share 2033 Tweet 1271
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1495 shares
    Share 598 Tweet 374
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    987 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1535 shares
    Share 614 Tweet 384
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.