• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Dorong Pemerintahan Efektif, Fraksi NasDem Usul Ambang Batas Parlemen Naik hingga 7 Persen

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 28 Januari 2026 - 12:08
in Politik
Anggota Fraksi NasDem yang juga Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda  saat  menerima audiensi Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Foto: Fraksi NasDem

Anggota Fraksi NasDem yang juga Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda saat menerima audiensi Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Foto: Fraksi NasDem

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Fraksi Partai NasDem DPR RI mendorong peningkatan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) hingga kisaran 6–7 persen secara nasional sebagai bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang lebih efektif dan memperkuat pelembagaan partai politik. Gagasan tersebut mengemuka dalam audiensi Fraksi NasDem dengan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) bersama Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kodifikasi Undang-Undang Pemilu.

Anggota Fraksi NasDem yang juga Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, audiensi ini merupakan wujud keterbukaan Fraksi NasDem dalam menjalankan fungsi legislasi, seiring bergulirnya revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

BacaJuga:

Tak Ingin DKPP Jadi Keranjang Sampah, Heddy Lugito Usul Pembatasan Waktu Pelaporan

Ketua DKPP Ingin Penguatan Lembaganya, Mandiri Lepas dari Kemendagri

Polemik Ijazah Gibran Jadi Panggung Politik PKS Menuju Pemilu 2029

“Ini bagian dari komitmen Fraksi Partai NasDem untuk membuka diri, termasuk dalam proses dan tugas legislasi yang diembankan kepada kami,” ujar Rifqi di ruang rapat Fraksi Partai NasDem, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Rabu (28/1/2026).

Rifqi menjelaskan, dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026, DPR mendapat mandat untuk menginisiasi revisi UU Pemilu. Karena itu, Fraksi NasDem aktif menyerap masukan dari masyarakat sipil agar norma hukum yang dirumuskan lebih responsif dan sesuai kebutuhan demokrasi.

“Hari ini kami menerima kawan-kawan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kodifikasi Undang-Undang Pemilu, yang salah satu leading-nya adalah Perludem. Kami mengapresiasi gagasan-gagasan yang disampaikan,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil menyampaikan berbagai usulan strategis, mulai dari desain sistem pemilu, parliamentary threshold, penegakan hukum kepemiluan, hingga dorongan menghadirkan politik berbiaya murah guna meningkatkan kualitas demokrasi.

“Semua masukan itu kami tampung dan pelajari dengan sungguh-sungguh. Dialog ini penting agar norma yang disusun tidak mengawang-awang, tetapi berbasis kondisi faktual di lapangan,” terang Rifqi.

Ia mengungkapkan, Fraksi NasDem menargetkan hingga pertengahan 2026 untuk menghimpun pandangan publik terkait revisi UU Pemilu, termasuk mengkaji tawaran sistem pemilu campuran yang menggabungkan sistem proporsional dan distrik sebagai alternatif dari sistem proporsional terbuka saat ini.

“Perludem menawarkan sistem pemilu campuran. Itu sedang kami hitung untung-ruginya, selain tentu opsi mempertahankan sistem proporsional terbuka dengan sejumlah perbaikan,” ujarnya.

Salah satu perbaikan yang dikaji adalah penataan daerah pemilihan (dapil) agar tidak terlalu besar. Menurut Rifqi, dapil yang terlalu luas berdampak pada lemahnya keterhubungan antara wakil rakyat dan pemilih.

“Kalau dapil terlalu besar, banyak wilayah yang tidak bisa disentuh. Ini berdampak pada kualitas representasi. Karena itu, penataan dapil menjadi perhatian serius kami,” katanya.

Selain itu, Fraksi NasDem juga mengkaji peningkatan parliamentary threshold. Rifqi menilai, ambang batas parlemen yang lebih tinggi diperlukan untuk mendorong efektivitas pemerintahan dan memperkuat sistem kepartaian.

“Ke depan kami mengusulkan parliamentary threshold di kisaran 6 – 7 persen secara nasional, untuk menghadirkan pemerintahan yang efektif serta partai politik yang terlembaga dengan baik,” tandasnya. (dil)

Tags: DPR RIParliamentary ThresholdPartai NasDem

Berita Terkait.

lugito
Politik

Tak Ingin DKPP Jadi Keranjang Sampah, Heddy Lugito Usul Pembatasan Waktu Pelaporan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:03
dkpp
Politik

Ketua DKPP Ingin Penguatan Lembaganya, Mandiri Lepas dari Kemendagri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:17
gibran
Politik

Polemik Ijazah Gibran Jadi Panggung Politik PKS Menuju Pemilu 2029

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:07
ppp
Politik

Pemecatan oleh Mardiono Melanggar AD/ART, Waketum: Tak Bakal Disahkan Menkum

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:13
p3
Politik

PPP Kembali Pecah, Mardiono Singkirkan Putra Alm.KH Maimoen Zubair dari Partai Ka’bah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:12
rapi
Politik

RAPI Usul Syarat Ijazah Capres-Cawapres Dihapus, Sertifikasi Lemhannas Jadi Alternatif

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:42

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5157 shares
    Share 2063 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.