INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang saat ini menjabat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, disebut menjadi calon terkuat untuk memimpin Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum MKGR, Maman Abdurrahman, menyebut aspirasi yang berkembang di internal organisasi menunjukkan sebagian besar pengurus daerah mengusulkan Wihaji sebagai Ketua Umum MKGR berikutnya untuk menggantikan Adies Kadr dalam Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub).
Meski demikian, kata Maman, proses pencalonan tetap mengacu pada mekanisme organisasi. Pendaftaran bakal calon ketua umum akan dibuka pada 9–10 Juli, sehingga seluruh kader yang memenuhi syarat tetap memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri.
“Hingga saat ini, berdasarkan informasi yang kami terima, sebagian besar pengurus daerah mengusung Pak Wihaji menjadi Ketua Umum MKGR menggantikan Pak Adies Kadir. Namun, kami tetap menunggu proses pendaftaran sesuai mekanisme organisasi,” ujar Maman dalam jumpa pers di Grha Beta Ormas MKGR, Benhil, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
Maman pun menjelaskan, Mubeslub MKGR digelar lantaran untuk mencari sosokketua umum definitif pasca Adies Kadir terpilih sebagai jakim Mahkamah Konstitusi (MK).
“Sebagai hakim MK maka jabatan politik harus dilepas. Untuk itu saya selaku Plt Ketua Umum hanya meneruskan proses transisi berjalan untuk terpilih ketum baru MKGR di Mubeslub,” terangnya.
Mubeslub MKGR dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli di Hotel Shangri-La, Jakarta. Rangkaian acara akan diawali dengan rapat Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO) pada pukul 14.00 WIB, kemudian dilanjutkan pembukaan Mubeslub pada pukul 19.00 WIB.
Pihak panitia pelaksana juga menyebut Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dijadwalkan hadir dalam pembukaan Mubeslub tersebut.
Terkait agenda, Steering Committee (SC) menetapkan agenda tunggal berupa pemilihan Ketua Umum MKGR. Namun, panitia mengingatkan bahwa Mubeslub merupakan forum tertinggi organisasi yang memiliki kewenangan mengambil keputusan sesuai dinamika dan mekanisme persidangan.
“Untuk sementara agenda yang ditawarkan SC hanya pemilihan ketua umum. Namun, bagaimana perkembangan di forum nanti akan ditentukan melalui mekanisme musyawarah dalam Mubeslub,” tutup Maman. (dil)


















