INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi XI DPR Amin Ak menegaskan, bahwa APBN 2027 harus bertransformasi menjadi instrumen yang mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar membiayai belanja pemerintah.
“Belanja pemerintah pada sektor strategis harus mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing nasional,” kata Amin Ak dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Amin mengapresiasi perubahan paradigma pemerintah dari spending menjadi spending to invest, yaitu menjadikan APBN sebagai pengungkit investasi.
Namun, perubahan tersebut harus disertai tata kelola yang baik dan penajaman prioritas agar benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.
Ia menilai desain Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 2027 yang mengandalkan pembiayaan APBN sekitar Rp625 triliun dari total kebutuhan Rp2.178 triliun menunjukkan APBN mulai diposisikan sebagai katalis investasi.
Meski demikian, banyaknya program prioritas berpotensi memecah fokus kebijakan. Karena itu, pemerintah perlu menyusun hierarki prioritas berdasarkan besarnya multiplier effect.
“Kemampuan menciptakan lapangan kerja, dan kecepatan menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” ucap Amin Ak.
Amin juga menekankan bahwa keberhasilan APBN tidak boleh lagi diukur hanya dari tingginya penyerapan anggaran, melainkan dari hasil nyata (outcome) seperti meningkatnya investasi, tumbuhnya industri, bertambahnya kesempatan kerja, naiknya produktivitas, dan berkurangnya kemiskinan.
“Setiap program harus memiliki indikator outcome yang terukur agar efektivitas belanja dapat dievaluasi secara objektif,” imbuh politikus PKS itu. (dan)

















