• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Gelombang OTT Berlanjut, Doli Desak Sistem Rekrutmen dan Pilkada Dibenahi Total

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 7 Juli 2026 - 12:51
in Politik
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Foto: Istimewa

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali menjerat kepala daerah dinilai menjadi peringatan keras bahwa sistem politik dan tata kelola pemerintahan di Indonesia membutuhkan evaluasi secara menyeluruh. Tidak hanya menyangkut penegakan hukum, tetapi juga proses rekrutmen calon kepala daerah, mekanisme pemilihan, hingga budaya antikorupsi di tengah masyarakat.

Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin atau Ondim sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi. Salah satu perkara yang disorot dalam kasus tersebut berkaitan dengan pengadaan seragam sekolah dasar (SD).

BacaJuga:

Tak Hadir Rakornas TPAKD, KDM Mulai Berseberangan dengan Prabowo?

HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

HUT Ke-62 Golkar: dari Ziarah TMP, Baksos hingga Pesta UMKM

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi sepanjang tahun ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh sistem yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.

“Walaupun sangat memprihatinkan sekaligus mengherankan kenapa kejadian serupa terus berulang dan tidak membuat kapok, namun kita harus bisa mengambil pelajaran yang berharga,” ujar Doli kepada INDOPOSCO melalui gawai, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, semakin banyak kepala daerah yang berhadapan dengan hukum semestinya menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama mereka yang berniat maju dalam kontestasi politik.

“Dengan semakin banyaknya kepala daerah yang terjerat masalah hukum, mudah-mudahan membuat semua kita sadar, takut, dan perlu berpikir masak-masak untuk mau menjadi kepala daerah. Sehingga ke depan, proses rekrutmen calon kepala daerah bertambah selektif, karena mereka adalah orang-orang yang betul-betul punya kesadaran untuk maju sebagai calon kepala daerah, dengan kesiapan yang matang, tahu dan siap untuk tidak korupsi, sekaligus siap dengan konsep membangun dan memajukan daerah yang akan dipimpinnya,” kata Doli.

Doli menegaskan, partai politik memegang peranan sangat penting dalam proses tersebut. Menurutnya, partai tidak boleh lagi mengedepankan pertimbangan pragmatis saat menentukan calon kepala daerah.

“Di sinilah pentingnya peran partai politik dalam melakukan proses pencalonan. Partai politik tidak boleh lagi sembarangan menetapkan calon yang tidak berintegritas. Itu yang pertama,” tegasnya.

Selain proses rekrutmen, Doli juga menilai sistem pemilihan kepala daerah perlu dievaluasi secara komprehensif. Namun, menurut dia, perdebatan mengenai apakah kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat atau melalui DPRD bukanlah persoalan utama.

“Ini bukan soal kembali ke DPRD atau tetap dipilih secara langsung, seperti yang diperdebatkan selama ini. Yang paling penting adalah komitmen kita semua untuk membuat pengaturan pemilihan yang bebas dari political transactional secara rinci dan konsekuen, apa pun mekanisme pemilihannya,” tutur Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu.

Ia mengingatkan bahwa praktik politik uang dan berbagai bentuk transaksi politik menjadi penyebab utama mahalnya biaya politik, baik dalam pemilu maupun pilkada.

“Politik uang dan kawan-kawan sejenisnya yang membuat pemilu dan pilkada menjadi mahal dapat dipraktikkan di arena publik maupun DPRD. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama, terutama dari partai politik, DPR, dan pemerintah, untuk menutup seluruh ruang terjadinya praktik tersebut,” ungkapnya.

Lebih jauh, Doli mengusulkan adanya konsensus nasional yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat upaya pemberantasan korupsi.

“Kita semua perlu membuat konsensus baru; elite, pemerintah, partai politik, aparat penegak hukum, KPK, birokrasi, dan masyarakat, untuk sama-sama memerangi korupsi dan menjalankan pemerintahan yang bersih,” terang Doli.

Menurut dia, konsensus tersebut harus diwujudkan melalui peninjauan ulang terhadap seluruh sistem dan regulasi yang masih membuka peluang terjadinya korupsi, gratifikasi, suap, pungutan liar, maupun berbagai bentuk penyalahgunaan wewenang lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah. Mekanisme pengawasan juga harus diperkuat agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Sebagai langkah terakhir, Doli menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mampu melahirkan budaya antikorupsi secara berkelanjutan.

“Kita juga harus berkemauan dan mampu membangun ekosistem yang melahirkan budaya antikorupsi di tengah-tengah masyarakat, dengan literasi dan kampanye yang terus-menerus dilakukan tanpa henti,” tutupnya.

Menurut Doli, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Perbaikan sistem politik, penguatan integritas penyelenggara negara, pengawasan yang efektif, serta pendidikan antikorupsi harus berjalan beriringan agar kasus serupa tidak terus berulang di masa mendatang. (her)

Tags: ahmad doli kurnia tandjungKepala Daerah Korupsiott kpkpilkada

Berita Terkait.

Prabowo
Politik

Tak Hadir Rakornas TPAKD, KDM Mulai Berseberangan dengan Prabowo?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:10
HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata
Politik

HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:41
Golkar
Politik

HUT Ke-62 Golkar: dari Ziarah TMP, Baksos hingga Pesta UMKM

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:33
doli
Politik

RUU Pemilu Buka Peluang Tambah Kursi DPR RI Melalui Sistem Dapil Nasional, 58 Kursi DPR Jadi Wacana

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:23
kpp
Politik

Jaga Pemilu 2029 Demokratis: Media Diminta Bersiap dan Pahami Regulasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:09
gibran
Politik

Pakar: MK Lempar “Bola Panas” ke DPR terkait Polemik Ijazah Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:05

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4258 shares
    Share 1703 Tweet 1065
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1149 shares
    Share 460 Tweet 287
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    937 shares
    Share 375 Tweet 234
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.