INDOPOSCO.ID – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz-2026 telah melakukan pemeriksaan visum terhadap jenazah pilot asal Amerika Serikat (AS), Nicholas F. Goselin, yang menjadi korban penembakan, Kamis, (2/7/2026). Pemeriksaan itu bertujuan mengungkap penyebab kematian korban secara ilmiah.
Nicholas F. Goselin meninggal dunia akibat luka tembak pada insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Jenazah pilot itu berhasil dievakuasi oleh Satuan Tugas Komando Operasi (Koops) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Habema, pada Jumat (3/7/2026). Jenazah kemudian diterbangkan dari Timika pada pukul 16.30 WIT menggunakan Pesawat Boeing 737 (AI-7304) dan tiba di Jayapura pada pukul 17.30 WIT.
“Kami melaksanakan salah satu rangkaian proses penegakan hukum, yaitu pemeriksaan visum terhadap jenazah,” ujar Kepala Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Rommy Sebastian menyatakan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap jenazah, pihaknya menemukan beberapa luka di bagian tubuh korban.
“Terdapat Luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan daerah sekitar telinga kanan, Luka lecet pada sisi kanan kepala, Patah tulang rahang atas kiri dan kanan. Patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul,” bebernya.
Selain itu, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit.
Rommy menambahkan, jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan sehingga menyebabkan patah tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan.
“Pemeriksaan radiologi (X-ray) menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak,” ucapnya.
“Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” tambahnya.(dan)


















